NTB.Suara.com - Kang Sabil seorang guru di Cirebon, Jawa Barat viral karena kritiknya ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbuah pengunduran dirinya dari sekolah tempatnya mengajar.
Masalah Kang Sabil tersebut buntut dari kata “Maneh” yang dia lontarkan ke Kang Emil di kolom komentar instagram Kang Emil. Diduga karena tersinggung, Kang Emil kemudian meneruskan komentar tersebut ke sekolah Kang Sabil.
Usai berhenti jadi guru, Sabil kemudian ditemui oleh Kang Dedi di sebuah rumah makan di Cirebon. Kang Dedi menanyakan konteks kata Maneh yang dilontarkan oleh Sabil, Kang Dedi juga menjelaskan soal bahasa dan budaya sunda yang memiliki perbedaan di satu kawasan dengan kawasan tertentu.
Usai mengobrol panjang, Kang Dedi kemudian menanyakan aktivitas Sabil usai berhenti jadi guru, Sabil mengungkap jika sedang mencari pekerjaan, Sabil kemudian bekelakar jika ditawari jadi fotografer kang Dedi dia siap bekerja.
“Kalau seandainya ditawari jadi fotografer Kang Dedi saya mau,” kata Sabil dilansir dari youtube Kang Dedi Mulyadi.
Kang Dedi kemudian menegaskan keseriusan Sabil untuk bekerja, karena Kang Dedi memang sedang mencari fotografer baru. Dua fotografer Kang Dedi sudah berhenti bekerja karena menikah dan bekerja di tempat lain.
“Saya kehilangan dua fotografer, satu sudah jadi manajer di Jakarta, kemudian yang kedua ini menikah, kalau bersedia ayo, cuma setiap hari harus ikut saya, sabtu minggu boleh pulang,” kata Kang Dedi.
Mereka kemudian bersalaman tanda sepakat jika Sabil bekerja dengan Kang Dedi. ***
Baca Juga: Lina Mukherjee Cuek Dikecam Berdosa Gegara Makan Kulit Babi: Aku Emang Pendosa
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
-
Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan