/
Selasa, 21 Maret 2023 | 22:35 WIB
Ilustrasi koper - Kelakuan Bea Cukai, Acak-acak Koper Anak Presiden hingga Mintai Rp4 Juta Piala Lomba Nyanyi di Jepang (Pixabay/stela di)

Alissa menjawab bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat dan petugas itu mengembalikan paspornya. 

"Saya beberes koper yg udah dia aduk-aduk," jawab Alissa. 

Alissa mengaku dirinya yang notabennya anak dari mantan seorang Presiden saja merasa cukup terintimidasi dengan perlakuan petugas. 

"Apalagi mbak mbak PMI yg gak pengalaman," katanya. 

Piala Juara Lomba Nyanyi Diminta Rp4 Juta

Cerita tentang perlakuan tak mengenakan juga dialami seorang penyanyi bernama Fatimah Zahratunnisa.

Dia mengaku pernah dimintai Rp4 juta oleh petugas Bea Cukai saat mengirim piala kemenangan lomba menyanyi di Jepang.

Kejadian itu pada 2015 silam setelah dirinya memenangkan kontes menyanyi di TV Jepang.

Dia mengatakan piala itu dikirim terpisah karena terlalu besar dan tak bisa dibawa saat pulang naik pesawat.

Baca Juga: Jelang Laga Tunda Kontra Arema FC, Stefano Cugurra Soroti Penyelesaian Akhir Bali United

"Ditagih pajak 4 juta. Padahal hadiah lombanya gak ada hadiah uang cuma piala itu doang. Menang lomba kok nombok," katanya melalui cuitan di twitter.

Pada akhirnya, Fatimah berdebat dan membuktikan diri bahwa piala tersebut hasil dari juara lomba menyanyi di Jepang. 

Petugas kemudian percaya setelah ditunjukan sejumlah bukti dan dia tanpa harus membayar Rp4 juta.

Namun, yang membuatnya kesal adalah masih ditanya punya uang berapa saat itu.

"Kamu ada uang berapa sekarang? Bisa bayar berapa?'. WAH KACAU EMOSI BGT hadiah sendiri masa disuruh bayar?! Aku jawab '5000 buat ongkos naik angkot pulang!'," jelas Fatimah.(*)

Load More