NTB.Suara.com – Mantan Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim akhirnya bersuara soal penggerebekan narkoba di kantor bupati Indramayu yang sempat heboh beberapa waktu lalu tetapi kemudian dianggap berita bohong.
Lucky Hakim tidak membantah adanya penggerebekan tersebut, namun berusaha menghindar untuk menjawab secara terang soal kebenaran penggerebekan yang menjadi isu di masyarakat Indramayu.
“Boleh nggak saya nggak jawab pertanyaan ini, soalnya ngeri banget kalau saya jawab, saya harus cari kata yang tepat untuk selamat.,” kata Lucky dilansir dari obor TV.
Lucky mengaku berusaha tidak ikut campur soal dugaan penggerebekan tersebut, walaupun mengaku kantornya berada di satu kawasan dengan lokasi penggerebekan tersebut. Lucky mengaku tidak ingin melihat dan mengetahui kejadian tersebut karena tidak mau menjadi saksi.
“Saya intinya waktu penggerebekan narkoba itu, saya kan ruangannya ya dipojokkan, dan saya ya ndak mau melihat, supaya tidak mau menjadi saksi, saya tidak mau bertanya. Saya ndak berani ber statement, intinya saya ndak mau melihat, ndak mau bertanya, ndak mau ikut campur urusan itu,” kata Lucky.
Walaupun berusaha tidak menjawab, Lucky tidak membantah kejadian tersebut, secara tersirat Lucky menyampaikan kejadian tersebut memang ada, tetapi dirinya berusaha tidak ikut campur. Statement terbaru Lucky ini pun viral di media sosial, keberanian Lucky bersuara ini mengingatkan kembali netizen soal isu yang pernah viral tahun lalu.***
Berita Terkait
-
Ammar Zoni Terjerat Kasus Narkoba 2 Kali, Ibunda Irish Bella 'Sentil' Anaknya Pantas Dapat yang Lebih Baik?
-
Gagalkan Peredaran Narkoba di Cibinong Bogor, Rudy Susmanto Beri 2 Unit Sepeda Motor untuk Babinsa dan Bhabinkatibmas
-
Pesan Ibu Irish Bella Dimaknai Netizen Sebagai Saran untuk Ceraikan Ammar Zoni
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim