NTB.Suara.com - FIFA langsung bereaksi setelah keluarnya surat sakti Gubernur Bali Wayan Koster yang menolak Tim Nasional Israel datang dan bertanding di Bali.
FIFA langsung membatalkan drawing piala dunia U20 yang awalnya bakal digelar di Art Center, Denpasar. Sebelumnya Koster sudah bangga Bali terpilih sebagai lokasi drawing piala dunia, bahkan persiapan sudah dilakukan di kawasan art center.
Exco PSSI, Arya Sinulingga mengakui penolakan Gubernur Bali atas Timnas Israel menjadi penyebab FIFA membatalkan Bali sebagai tuan rumah Piala Dunia.
“Dipilihnya Bali kan karena Gubernur, Pemerintah di Bali memberikan government guarantee ketika sepakat dan setuju sebagai salah satu tuan rumah dalam penyelenggaraan U20, dengan penolakan tersebut wajar FIFA melihat bahwa ini harus dibatalkan,” kata Arya dilansir dari PSSI TV.
PSSI saat ini kata Arya, berusaha melakukan lobi kepada FIFA agar Indonesia tetap sebagai tuan rumah piala dunia U20, dan sepak bola Indonesia tidak dikucilkan di internasional.
Soal lokasi pengganti, FIFA hingga saat ini belum menentukan lokasi, “FIFA belum menentukan lokasi pengganti untuk drawing piala dunia U20 setelah Bali dibatalkan,” kata Arya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien