/
Senin, 10 April 2023 | 08:05 WIB
Tanggapan pesulap merah terhadap Ida Dayak (tangkap layar YouTube Pesulap Merah Official) (Youtube)

NTB.Suara.comPesulap merah tampak geram dengan banyaknya hoax dan fitnah yang dialamatkan kepadanya soal ahli pijat tulang, Ida Dayak.

Pasalnya banyak kanal YouTube yang menarasikan bahwa dirinya melongo dan gigit jari usai mengakui kesaktian Ida Dayak, panik setelah bertemu Ida Dayak dan lain sebagainya. Padahal pesulap merah tidak pernah bertemu, tidak pernah sedikitpun memberikan komentar apapun tentang Ida Dayak yang kini tengah viral.

Namun, pesulap merah ancam gerebek Ida Dayak jika melakukan hal-hal perdukunan yang pernah dilakukannya dulu.

Dalam kanal YouTubenya, pesulap merah mengatakan bahwa kemampuan Ida Dayak hanyalah ahli pijat biasa.

“Jadi sebenarnya yang kamu lihat di video-video Ida Dayak, yang membetulkan tulang patah, menyambungkan tulang patah ya memang seperti itu. Bagi gua itu hal yang biasa aja. Biasa banget, yang dilakukan ahli patah tulang,” ujar pesulap merah yang dikutip dari kanal YouTube Pesulap Merah Official (6/4/2023).

Pria yang mempunyai nama asli Marcel Radhival ini menjelaskan bahwa kemampuan yang dimiliki oleh Ida Dayak banyak dimiliki oleh ahli tulang di Indonesia, salah satunya yaitu almarhum Haji Naim.

Pesulap merah melanjutkan bahwa keturunan Haji Naim pernah mengobati tulang bahu atasnya Verrel Bramasta yang sempat mengalami dislokasi usai bertarung.

“Nah dia (Verrel Bramasta) pergi ke Haji Naim. Langsung dibetulin, dan langsung nyambung lagi, langsung normal lagi. Dan itu biasa banget yang dilakukan oleh ahli pijat atau ahli patah tulang,” lanjut pesulap merah.

Jadi yang dilakukan oleh Ida Dayak merupakan keahlian ahli tulang pada umumnya, tidak ada hubungannya dengan perdukunan dan kesaktian.

Baca Juga: Dorong Kebangkitan Ekonomi Indonesia, UMKM Unggulan Pertamina Hadir di ICRAFT 2023

Adapun minyak yang digunakan Ida Dayak, Marcel mengaku tidak mempermasalahkannya. Pasalnya minyak tersebut hanyalah ramuan khas tradisional yang banyak dihasilkan oleh beberapa wilayah di Indonesia.

Tetapi, ada satu catatan yang disampaikan pesulap merah agar ibu Ida Dayak tidak melakukan praktik perdukunan yang merupakan kategori pembohongan publik, dimana dulu pernah dia lakukan.

Yaitu menyemprotkan minyak yang menggunakan air yang seolah-olah bisa mengeluarkan darah kotor. Menurut Marcel itu bukanlah darah kotor, namun minyak yang telah berubah warna.

“Jangan dipraktekin lagi ya, gue gerebek nanti kalau masih mempraktekkan,” ujar pesulap merah. Marcel menyarankan Ida Dayak untuk fokus pada keahlian patah tulangnya saja. (M.Iqbal/*)

Load More