NTB.Suara.com - Gerhana Matahari merupakan fenomena alam yang kerap hadir di seluruh belahan dunia.
Tidak terkecuali Indonesia yang saat ini akan mendapatkan kesempatan emas menyaksikan fenomena Gerhana Matahari tersebut.
Dikutip NTB-Suara.com dari Kanal News Metro.suara.com, Gerhana Matahari Hibrida akan terjadi ketika Gerhana Matahari Total dan Cincin terjadi dalam waktu yang bersamaan hal tersebut dijelaskan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.
Sementara itu, fenomena tahunan ini di Indonesia sendiri lebih spesifik akan terdampak dengan Gerhana Matahari Total di beberapa wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, untuk wilayah Indonesia bagian Barat hanya dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari sebagian.
Kemudian untuk Gerhana Matahari Cincin hanya bisa terlihat di sebagian wilayah Pasifik dan Samudera Hindia.
"Di wilayah Indonesia, gerhana Matahari pada 20 April 2023 akan teramati sebagai gerhana Matahari total (GMT) dan gerhana Matahari sebagian," terang Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Antariksa BRIN, Johan Muhammad dikutip pada Rabu (19/4).
"Gerhana Matahari total akan teramati khususnya di wilayah Indonesia bagian timur yang terbilang singkat kurang lebih 1 menit, sementara di daerah Indonesia lainnya akan teramati sebagai gerhana Matahari parsial. Gerhana Matahari ini akan teramati sebagai gerhana Matahari cincin di wilayah selatan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik," tambah Johan.
Fenomena langka ini tentu akan sangat menarik perhatian warga yang wilayahnya terdampak.
Baca Juga: 5 Sikap Mencintai Diri Sendiri yang akan Membuat Hidup Makin Bahagia
Berikut ini beberapa wilayah Indonesia yang dapat melihat secara langsung Gerhana Matahari Total, beserta jadwalnya:
1. Pulau Kisar, Maluku
Waktu kontak: 1 menit 10 detik
Awal sebagian: 11.47.28 WIT
Awal total: 13.22.34 WIT
Puncak gerhana: 13.23.09 WIT
Akhir total: 13.23.44 WIT
Akhir sebagian: 14.58.02 WIT.
2. Pulau Maopora, Maluku
Waktu kontak: 59 detik
Awal sebagian: 11.49.14 WIT
Awal total: 13.24.36 WIT
Puncak gerhana: 13.25.05 WIT
Akhir total: 13.25.35 WIT
3. Pulau Damar, Maluku
Waktu kontak: 1 menit 24 detik
Awal sebagian: 11.52.14 WIT
Awal total: 13.27.28 WIT
Puncak gerhana: 13.28.25 WIT
Akhir total: 13.28.52 WIT
Akhir sebagian: 15.02.45 WIT
4. Pulau Watubela, Maluku
Waktu kontak: 1 menit 5 detik
Awal sebagian: 12.04.00 WIT
Awal total: 13.40.16 WIT
Puncak gerhana: 13.40.49 WIT
Akhir total: 13.41.21 WIT
Akhir sebagian: 15.13.22 WIT.
5. Kepulauan Antalisa, Papua Barat
Waktu kontak: 1 menit 11 detik
Awal sebagian: 12.08.22 WIT
Awal total: 13.44.38 WIT
Puncak gerhana: 13.45.14 WIT
Akhir total: 13.45.49 WIT
Akhir sebagian: 15.16.59 WIT.
6. Randepandai, Papua Barat
Waktu kontak: 1 menit 1 detik
Awal sebagian: 12.13.45 WIT
Awal total: 13.50.01 WIT
Puncak gerhana: 13.50.32 WIT
Akhir total: 13.51.02 WIT
Akhir sebagian: 15.21.11 WIT.
7. Roswar, Papua Barat
Waktu kontak: 57 detik
Awal sebagian: 12.15.01 WIT
Awal total: 13.51.17 WIT
Puncak gerhana: 13.51.45 WIT
Akhir total: 13.52.14 WIT
Akhir sebagian: 15.22.09 WIT.
8. Pulau Num, Papua Barat
Waktu kontak: 1 menit 5 detik
Awal sebagian: 12.18.09 WIT
Awal total: 13.54.17 WIT
Puncak gerhana: 13.54.45 WIT
Akhir total: 13.55.14 WIT
Akhir sebagian: 15.24.27 WIT.
9. Wooi dan Serui, Papua
Waktu kontak: 1 menit 11 detik
Awal sebagian: 12.18.32 WIT
Awal total: 13.54.49 WIT
Puncak gerhana: 13.55.08 WIT
Akhir total: 13.55.28 WIT
Akhir sebagian: 15.24.42 WIT.
10. Biak Kota, Papua
Waktu kontak: 1 menit 5 detik
Awal sebagian: 12.20.51 WIT
Awal total: 13.56.49 WIT
Puncak gerhana: 13.57.18 WIT
Akhir total: 13.57.48 WIT
Akhir sebagian: 15.26.20 WIT.
***(Mf Ifta/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik