NTB.Suara.com – Gerhana matahari hibrida dikabarkan akan terjadi pada esok hari, 20 April 2023 di beberapa wilayah Indonesia.
Menurut Royal Australian and New Zealand College of Ophthalmologists, aman untuk melihat Matahari tanpa pelindung mata yang tepat hanya dalam periode singkat ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari selama totalitas.
Namun pelindung matahari harus dipakai setiap saat matahari masih terlihat selama fase parsial. Bahkan ketika 99 persen permukaan matahari tertutup, matahari sebesar bulan sabit yang tersisa masih cukup kuat untuk menyebabkan luka bakar retina.
Salah menentukan waktu dapat menyebabkan kerusakan mata permanen, sehingga beberapa orang mungkin lebih suka memakai pelindung matahari sepanjang gerhana.
Periode gerhana hibrida akan dimulai pukul 09.26 WIB, yang puncaknya terjadi pada pukul 10.46 WIB. Gerhana akan selesai pada pukul 12.19 WIB dengan total waktunya sekitar 2 jam 48 menit.
Setelah itu, Matahari muncul kembali, dan risikonya langsung meningkat. Berikut ini hal-hal yang jangan dilakukan saat gerhana matahari:
1. Jangan gunakan kacamata gerhana yang tergores atau rusak
Orang mungkin memiliki sepasang kacamata gerhana yang telah berserakan di sekitar rumah selama 10 tahun, dibeli untuk gerhana matahari total tahun 2012.
Jangan memakainya, karena mungkin tidak akan melindungi mata. Jika kacamata gerhana memiliki goresan atau kerusakan, itu tidak akan melindungi mata. Mereka hanya akan memberikan rasa aman yang palsu.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ida Dayak Diberi Hadiah Mobil Oleh Master Limbad Usai Sembuhkan Sang Pesulap, Benarkah?
Bahkan, karena risiko ini, Badan Perlindungan Radiasi dan Keamanan Nuklir Australia (ARPANSA) telah memperingatkan agar tidak menggunakan kacamata gerhana untuk melihat gerhana.
Kacamata hitam biasa tidak akan melindungi mata dari retinopati matahari.
2. Jangan melihat langsung ke matahari melalui teleskop atau teropong atau kamera tanpa filter
Karena instrumen optik mengintensifkan cahaya, memandang Matahari melalui teleskop atau teropong tanpa filter sangatlah berbahaya.
Jika memiliki kamera dengan jendela bidik optik, jangan gunakan juga untuk melihat Matahari.
Pengecualian untuk ini adalah jika menggunakan solar filter, yang berada di atas lensa dan menghalangi sebagian besar sinar matahari untuk menghindari kerusakan pada mata.
Tag
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan
-
KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya
-
Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah
-
Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN
-
Sinisme Ghost in the Cell, Saat Kematian Disulap Jadi Karya Seni
-
Realita Perempuan di Media Sosial: Antara Eksistensi dan Tekanan
-
Perbandingan Ketajaman Striker Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money
-
Bukan Lithium Lagi Teknologi Baterai Garam CATL Mulai Digunakan Skala Besar