Suara.NTB.com- Hari kedua war tiket Timnas Indonesia vs Argentina lebih parah dibandingkan dengan hari pertama kemarin.
Saat war tiket di hari kedua pada Selasa (6/6), hanya 4 menit saja tiket yang disediakan sudah langsung ludes terjual.
Dibanding hari pertama ada waktu sekitar 9 menih untuk membuat tiket ludes terjual.
"Sekarang lebih parah, saya sudah standby masuk ke aplikasi pukul 12 lebih 1 detik, langsung cari tiket," kata seorang warga bernama Uyun yang ikut war tiket Timnas Indonesia vs Argentina pada Selasa (6/6).
Dia bersama rekannya sudah masuk aplikasi sebelum pukul 12.00 WIB, begitu masuk jam 12 tepat, dia langsung pesan.
Mahasiswi S2 sebuah kampus di Jakarta ini kemudian diarahkan untuk memasukkan dokumen seperti nomer ponsel, kemudian nomor induk kependudukan (NIK) KTP, lalu email, lalu pembayaran.
Saat itu mahasiswi asal Lombok NTB ini sudah semringah, karena selain lebih awal war tiket, juga sudah diminta memasukkan dokumen identitas.
Namun apes, saat tinggal pembayaran selalu ada pemberitahuan untuk mengatri atau menunggu.
"Jadi sudah tinggal klik proses payment, tapi selalu ada tulisannya 'lebih dari 500.000 orang mau membeli tiket ini' jadi kita bersaing dengan mereka," imbuhnya.
Baca Juga: Sosok Thom Haye, Pesepak Bola Keturunan Indonesia Jadi Rebutan Klub Inggris dan Prancis
Tak putus asa, dia terus mengarahkan kursornya ke tombol klik berkali-kali dengan harapan pembayaran berhasil. Namun lagi-lagi selalu gagal.
Hingga akhirnya setelah tiga menit berlalu ada pemberitahuan jika tiket habis dipesan.
"Besok coba lagi (war tiket), mudah-mudahan bisa," kata Uyun. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM
-
4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo
-
30 Kata-Kata Hari Ayah Sedunia dalam Bahasa Inggris untuk Caption dan Story, Penuh Makna
-
Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
-
25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna