NTB.Suara.com – Unicef telah bekerja di beberapa tempat tersulit di dunia, untuk menyelamatkan hidup mereka, mempertahankan hak-hak mereka dan membantu memenuhi potensinya.
Kali Unicef membuka lowongan kerja sebagai konsultan kualitas air. Lingkup pekerjaan konsultan meliputi penyediaan keahlian teknis dan dukungan dalam pengembangan dan penerapan kerangka manajemen kualitas air yang komprehensif di Indonesia.
Pekerjaan ini melibatkan kerja sama yang erat dengan pemerintah untuk memastikan bahwa hasilnya efektif, berkelanjutan, dan selaras dengan prioritas, tujuan, dan standar daerah.
Tugasnya termasuk memfasilitasi pengembangan Pedoman Pemantauan Kualitas Air, Peta Jalan SMDW Provinsi, Modul Peningkatan Kapasitas, Platform Pemantauan Kualitas Air, dan Materi Komunikasi.
Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kualitas air dan meningkatkan akses air minum yang aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Beberapa tugas utama untuk konsultan kualitas air mencakup hal-hal berikut:
- Pedoman Pemantauan Kualitas Air
- Rencana SDG-6 Nasional
- Peta Jalan SMDW Provinsi
Baca Juga: Fuji Cuma Melengos Ditanya Kondisi Fadly Faisal dan Rebecca Klopper, Netizen Malah Salfok Hal Ini
- Modul Peningkatan Kapasitas
- Platform Pemantauan Kualitas Air
- Materi Komunikasi
Berikut ini syarat yang diperlukan:
1. Gelar Master di bidang terkait Air Minum
2. Harus dapat berkomunikasi dan menyiapkan dokumen dalam bahasa Indonesia dan Inggris
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z
-
Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
-
Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini
-
Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta
-
Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris
-
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari
-
Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat