NTB.Suara.com - Kondisi sumber daya manusia kesehatan di setiap wilayah di Indonesia belum merata, terutama daerah rawan terjadi bencana. Hal itu yang mendasari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk tenaga cadangan kesehatan yang siap dimobilisasi.
"Indonesia merupakan negara yang mayoritas wilayahnya berada di zona kuning dan merah. Kondisi dan letak geografis ini membuat Indonesia rawan terjadi bencana yang berpotensi menimbulkan banyak korban jiwa," kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Sumarjaya, dikutip dari laman kemkes.go.id, Rabu (28/6/2023).
Saat ini, menurutnya, tenaga kesehatan masih terkonsentrasi di kota-kota besar, seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sedangkan di daerah lain kapasitasnya masih sedang dan rendah.
Hal itu, lanjut Sumarjaya, menjadi ancaman kesehatan dan keselamatan masyarakat. Seperti pengalaman penanganan COVID-19 yang datang tiba-tiba sehingga sistem kesehatan belum siap.
"Karenanya perlu kita perkuat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat," ucapnya.
Adapun pendaftaran tenaga cadangan kesehatan bisa dilakukan secara individu, tim, maupun melalui Emergency Medical Team (EMT). Registrasi dapat melalui laman https://tenagacadangankesehatan.kemkes.go.id.
Pendaftar yang bisa diterima sebagai tenaga cadangan kesehatan harus memenuhi sejumlah kriteria terkait fisik, mental dan skill yang telah ditetapkan pemerintah.
Seluruh tenaga cadangan kesehatan yang diterima akan mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan yang dimiliki.
Usai dilakukan pembinaan, kemudian tenaga cadangan kesehatan siap dimobilisasi ketika terjadi bencana alam maupun krisis kesehatan. Adapun mobilisasinya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha 2023 Hari Ini, Satu Jalur Jalan Ditutup
Berikut syarat-syarat medaftar sebagai tenaga cadangan kesehatan:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Laki-laki dan Wanita
3. Usia minimal 18 tahun
4. Terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJAMSOSTEK
5. Bersedia ditugaskan sebagai relawan dalam darurat bencana
6. Mendapat izin dari institusi tempatnya bekerja
7. Mendapat izin dari pasangan bagi yang sudah menikah
9. Mendapat izin dari orang tua bagi yang belum menikah
(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kylian Mbappe Bocorkan Tips Rahasia demi Prancis Juara Piala Dunia 2026
-
Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
5 Fakta Aksi Begal Sadis di Prabumulih: Korban Ditendang hingga Motor Raib
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Keputusan Carlo Ancelotti Coret Neymar Bikin Marah Legenda Brasil