Suara.com - Dari 405 kota dan kabupaten di Indonesia, sudah ada 381 daerah berhasil mencapai kategori eliminasi malaria. Hal ini membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimis di 2024, sisa 24 daerah mampu bebas dari penyakit yang ditularkan nyamuk nyamuk Anopheles betina tersebut.
Adapun target eliminasi malaria tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2020-2024. Sehingga harapannya Indonesia terbebas dari penyakit akibat parasit Plasomodium itu.
“Menurut penilaian kami sudah mendekati, karena target kita di RPJMN 2024 ada 405 kabupaten yang eliminasi, sekarang sudah 381 kabupaten/kota, tinggal sedikit, dengan harapan tahun 2024 bisa lunas,” kata Dirjen Kemenkes, Maxi Waworuntu berdasarkan rilis yang diterima suara.com, Sabtu (17/6/2023).
Sisa 24 daerah ini menurut Maxi tetap membutuhkan komitmen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk memberantas malaria di wilayah yang ditargetkan. Bisa dengan cara mencontoh praktik baik di 5 provinsi yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali yang telah berhasil mencapai eliminasi malaria.
“Kita lihat sudah 20-an kota atau kabupaten yang sudah membaik, saya yakin target di tahun 2024 bisa tercapai. Yang terpenting komitmen kita bersama untuk bisa mengeliminasi malaria,” tegas Maxi
Dirjen Maxi menambahkan, dengan Indonesia yang bebas dari malaria akan memberikan dampak baik bagi Indonesia. Menurutnya, semakin banyak daerah yang bebas malaria maka kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia semakin tinggi.
Penyakit malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasomodium yangn ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, yang di dalam tubuh nyamuk terdapat parasit malaria.
Nantinya parasit tersebut masuk bakal masuk ke dalam tubuh manusia, lalu akan menetap di organ hati sebelum akhirnya menyerang sel darah merah. Penyakit ini banyak dijumpai di daerah tropis.
Gejala malaria yang paling umum yakni tubuh menggigil sedang hinggq berat, demam tinggi, kelelahan, banyak keringat, sakit kepala, mual disertai muntah, diare serta nyeri otot.
Baca Juga: Kemenkes Prediksi Tahun 2023 Kasus DBD Akan Meningkat Karena Ini
Gejala tersebut mulai dirasakan 10 hari hingga 4 minggu setelah pertama kali terinfeksi. Terkadang penderita mulai merasakan gejala 7 hari setelah tergigit nyamuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol