NTB.Suara.com - Enam petugas satuan pengamanan (satpam) Universitas Mataram sedang diperiksa oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terkait laporan dugaan penganiayaan terhadap demonstran mahasiswa yang terjadi pada 20 Juni 2023 di depan gedung rektorat.
"Terakhir kemarin ada empat yang kami periksa. Jadi, total yang sudah diperiksa ini enam orang. Mereka semua dari kalangan satpam," kata Kepala Satreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama di Mataram, Selasa.
Dari keenam satpam tersebut, salah satunya adalah kepala satpam.
Yogi menjelaskan bahwa kepala satpam tersebut sedang menjalani pemeriksaan terkait prosedur penanganan aksi demonstrasi di kampus.
Polisi menanyakan siapa saja yang bertugas pada hari itu, berapa banyak orang, dan bagaimana penugasan terkait hal tersebut.
Ia menyebutkan bahwa sekitar 170 orang masuk dalam agenda pemeriksaan terkait penanganan kasus ini. Selama minggu ini, dua satpam lainnya juga akan diperiksa.
"Jadi, keterangan masing-masing saksi nanti akan kami konfrontasi kembali untuk melihat adanya dugaan penganiayaan tersebut," ucap dia.
Selain mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, kepolisian juga masih menunggu hasil visum korban dari Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Pemeriksaan hasil visum akan dijadwalkan bersamaan dengan permintaan keterangan dari pihak rumah sakit.
Bukti video yang menunjukkan tindakan kekerasan oleh satpam dan oknum petugas Unram terhadap seorang mahasiswa juga akan menjadi bahan pemeriksaan.
Baca Juga: Nursyah Murka Indah Permatasari dan Arie Kriting Bikin Konten Singgung Ilmu Hitam
"Bukti video itu juga nanti akan kami sinkronkan dengan keterangan para saksi," ujarnya.
Dugaan penganiayaan dalam aksi demonstrasi mahasiswa tersebut terekam dalam beberapa video yang beredar di media sosial.
Salah satunya adalah video berdurasi 25 detik yang menunjukkan petugas satpam yang memaksa mengamankan seorang peserta aksi demonstrasi.
Ketika petugas menyeret mahasiswa tersebut ke dalam Gedung Rektorat Unram, seorang pria berpakaian batik biru tiba-tiba secara diam-diam memukul korban menggunakan benda keras hingga korban terjatuh.
Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Unram dengan membawa sejumlah tuntutan, termasuk pertanyaan mengenai alasan kampus menetapkan biaya pendaftaran mahasiswa baru jalur mandiri sebesar Rp500 ribu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Chery Q Siap Ancam Dominasi BYD Atto 1 di Segmen Mobil Listrik Murah Rp 200 Jutaan
-
Tak Sekadar Riding, Begundal War Wer Tunjukkan Sisi Positif Komunitas Motor
-
Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 19 Mei 2026: Ada Trik Dapat 100 Diamond Gratis dan Undersea Bundle
-
Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari Berurutan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Viral Manusia Silver Todongkan Pisau ke Pengendara di Denpasar
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Siapa Owner Pagi Sore? Miskomunikasi Berujung Ramai Seruan Diboikot Turis Malaysia
-
Ralf Rangnick Targetkan Timnas Austria Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026, Modal dari Euro 2024