-
Militer Israel mengadang armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus.
-
Ratusan relawan perdamaian internasional ditahan secara ilegal di fasilitas penjara terapung Israel.
-
Turkiye mengutuk keras aksi pembajakan laut ini dan mendesak pembebasan seluruh warga sipil.
Suara.com - Penghadangan paksa terhadap armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel di perairan internasional memicu ketegangan geopolitik baru terkait legalitas blokade laut Gaza. Dalam kapal itu juga ada jurnalis asal Indonesia.
Aksi sepihak di wilayah zona selamat Siprus ini dinilai mengabaikan hukum maritim internasional demi mempertahankan isolasi total terhadap wilayah Palestina.
Operasi militer yang dilancarkan pada siang hari ini menandai eskalasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir terhadap upaya pengiriman bantuan kemanusiaan jalur laut. Sebanyak puluhan kapal yang membawa bantuan logistik dan ratusan aktivis dari berbagai negara dicegat secara agresif jauh sebelum memasuki wilayah konflik.
Pihak penyelenggara menyatakan kemarahan mendalam atas tindakan penangkapan relawan perdamaian yang dilakukan di luar yurisdiksi hukum Israel tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk normalisasi pelanggaran hak asasi manusia di wilayah perairan bebas.
“Global Sumud Flotilla sedang diserang! Penjajah Israel sekali lagi secara ilegal dan keras mencegat armada internasional kapal kemanusiaan kami dan menculik sukarelawan kami.”
Laporan dari lapangan yang ditulis Al Jazeera, menunjukkan adanya penggunaan metode gangguan elektronik berskala besar untuk memutus rantai komunikasi antar-vessel di Laut Mediterania. Selain intervensi fisik, militer juga menggunakan frekuensi radio khusus untuk mengacaukan koordinasi navigasi armada sipil tersebut.
Kondisi ini diperparah dengan hilangnya kontak dengan salah satu kapal utama pembawa logistik kemanusiaan setelah didekati oleh kapal perang. Pihak otoritas hukum yang mendampingi misi menegaskan bahwa serbuan ini dilakukan saat seluruh kapal berada pada posisi yang aman dari hukum blokade sepihak.
“Armada kami berada di perairan internasional pada saat dimulainya agresi militer dan operasi terhadap armada kemanusiaan yang damai ini.”
Hingga saat ini, sinyal bahaya telah dikirimkan secara berkala karena posisi kapal masih berada dalam pengawasan wilayah penyelamatan darurat Siprus. Berdasarkan konvensi hukum laut PBB, negara terdekat memiliki tanggung jawab penuh untuk merespons ancaman keamanan di zona tersebut.
Baca Juga: PM Spanyol Bela Lamine Yamal Usai Kibarkan Bendera Palestina Serang Balik Pejabat Israel
Di sisi lain, pemerintah Israel bersikeras bahwa segala bentuk upaya penembusan jalur laut menuju Gaza akan ditindak secara tegas tanpa pengecualian. Pihak kementerian luar negeri mereka mengklaim tindakan ini sah demi menjaga perimeter keamanan wilayah perairan mereka.
“Mengubah arah dan segera kembali.”
Penangkapan ini memicu reaksi diplomatik yang luas, terutama setelah identitas sejumlah relawan yang ditahan mulai teridentifikasi oleh publik. Salah satu sosok yang dipastikan ikut ditangkap adalah seorang dokter yang juga merupakan kerabat dekat dari kepala negara Irlandia.
Kondisi para tahanan yang kini diinterogasi di pusat detensi terapung memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga dan komunitas internasional. Pemerintah Irlandia yang dikenal vokal terhadap isu Palestina langsung memantau ketat perkembangan kasus ini.
“Sangat menyedihkan mendengar kabar bahwa saudara perempuan saya dan dokter Margaret Connolly berada di antara mereka yang ditahan.”
Konflik seputar pengiriman bantuan ini berakar dari kebijakan blokade ketat yang diterapkan terhadap wilayah Gaza sejak tahun 2007 silam. Kebijakan tersebut secara konsisten menuai kritik tajam dari berbagai organisasi kemanusiaan dunia karena dampaknya yang merusak tatanan hidup warga sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau