NTB.Suara.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB melatih sebanyak 40 pemandu geowisata sebagai upaya mengembangkan potensi pariwisata alam dan mengurangi pemanasan global.
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid membuka pelatihan pemandu geowisata yang diadakan selama tiga hari, di Hotel Montana, Kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (6/7/2023).
"Geowisata ini bisa kita sebut minat khusus yang memerlukan keterampilan khusus terkait wisata alam dan bagaimana wisata itu tidak hanya kita nikmati tetapi juga harus kita lestarikan," kata H Fauzan Khalid.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelatihan geowisata ini untuk mengurangi global warning. Sebab pemanasan global sudah tergolong luar biasa saat ini.
"Saya contohkan tahun 80-an, kita di lombok ini paling tinggi suhu itu mencapai 29 derajat celcius, akibat pemanasan global suhu tersebut meningkat," ujarnya.
Kabupaten Lombok Barat, menurut Fauzan, banyak memiliki potensi yang tersebar di seluruh kecamatan. Potensi tersebut bisa dikembangkan untuk dijadikan sebagai geowisata.
"Di Lembar kita punya andalan mangrove, kita termasuk salah satu terbaik bahkan di Provinsi NTB. Dari sisi luasannya dan selanjutnya bagaimana kita mengembangkan dan menjaganya," jelas bupati dua periode itu.
Geowisata, lanjutnya, tidak hanya dalam konteks mendapatkan penghargaan dalam mendapatkan material, tetapi juga kewajiban dalam konteks untuk menjaga alam ini.
"Beberapa tahun lalu Desa Sesaot itu masuk dalam Sustainable Tourism Observatory (STO). Bahkan dalam konteks Sesaot ini saya berkesempatan diajak oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Guangzhou China untuk melihat bagaimana masyarakat di sana juga sangat menjaga alam," terangnya.
Baca Juga: Kondisi Terbaru Cak Nun: Proses Recovery Berjalan Baik
Fauzan berharap dengan pelatihan yang diikuti oleh perwakilan dari 14 desa, peserta bisa menyerap dan mengaplikasikan cara memgembangkan dan promosi geowisata.
Selain itu, memunculkan kebersatuan, kebersamaan dan kolaborasi di antara pelaku wisata yang satu dengan pelaku wisata yang lain di masing-masing desa wisata. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu