NTB.Suara.com - Komunitas HALO atau Honda Asosiasi Lombok turut memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia dengan melakukan touring kemerdekaan 360° atau mengelilingi Pulau Lombok, Provinsi NTB.
Kegiatan tersebut dilakukan pada 17 Agustus. Puluhan komunitas HALO ikut berkonvoi. Melalui perwakilan setiap clubnya diawali dengan berkumpul di kantor Astra Motor main dealer di jalan TGH Saleh Hambali nomor 08 Dasan Cermen, Kota Mataram. Seluruh peserta Turing Kemerdekaan 360° menyempatkan diri untuk sarapan bersama sebelum rombongan dilepas.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Cristian David menjelaskan kegiatan tersebut digelar setiap tahun oleh komunitas Honda yang ada di Pulau Lombok. Hal itu sebagai bentuk apresiasi terhadap komunitas mereka dan juga terhadap kecintaan pada negara NKRI.
"Dengan hikmat yang sangat berlimpah, Pulau Lombok diberikan anugerah sebagai pulau yang memiliki alam yang sangat indah. Tentunya hal itu dimanfaatkan untuk memanjakan diri maupun memanfaatkan momen kemerdekaan untuk bersilaturahmi bersama member Antar klub HALO," jelasnya.
PIC Komuniti Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya mengatakan kegiatan tersebut memiliki rute, di antaranya star dari Mataram menuju ke wilayah Sekotong dengan tujuan berhenti di Bukit Mekaki, tepatnya ditugu Persaudaraan Bikers.
Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali melewati arah Selatan pulau Lombok hingga sampai di Lombok tengah daerah Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.
Perjalanan dilanjutkan ke arah timur tepatnya ke arah Suela dan Kemudian pemberhentian kedua bertempat di kopi tengah sawah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.
Di sana, seluruh rombongan melepas letih dengan bersantai sejenak sembari bersantap siang. setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan melalui wilayah utara Lombok menuju ke kawasan Malimbu, Kabupaten Lombok Barat.
“Di sana terhampar bentangan laut yang sangat cantik yang tentunya menjadi daya tarik para wisatawan. Dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia kali ini Touring 360° bertemakan ‘pesona keindahan Lombok’ akan menyusuri beberapa tempat wisata yang ada di Lombok,” ucap Satria.
Tentunya inside yang dapat diambil dari kegiatan tersebut adalah komunitas sepeda motor Honda HALO sembari konsisten mengkampanyekan aksi #Cari_Aman yang sekaligus merupakan salah satu bentuk komitmen pada aksi Sinergi Bagi Negeri, berkendara saat melakukan Turing juga ada kode etiknya sehingga dapat dicontoh oleh masyarakat yang dilintasi saat komunitas motor berkendara dengan tertib dan aman tanpa ugal ugalan di jalan raya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien