NTB.Suara.com - Dalam dunia otomotif, Daihatsu Sigra dan Toyota Calya adalah dua model yang sering dibandingkan. Keduanya dirancang sebagai mobil MPV 7-seater untuk pasar yang sama dan menawarkan fitur yang serupa. Namun, ada beberapa perbedaan menarik yang membuat setiap mobil ini unik.
Daihatsu Sigra menawarkan dua pilihan mesin, yaitu 1,2 Liter dan 1,0 liter, memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Di sisi lain, Toyota Calya hanya tersedia dalam kubikasi 1,2 liter.
Dalam hal ukuran ban, Toyota Calya mengusung ban berukuran 175/65 dengan velg ring 14. Sedangkan Daihatsu Sigra memilih ukuran ban 155/80 dengan velg ring 13. Perbedaan ini mencerminkan karakteristik masing-masing mobil.
Salah satu keunggulan Sigra adalah variasi warna. Mobil ini menawarkan lebih banyak pilihan warna dibandingkan dengan Calya. Jadi pabrikan memberikan kebebasan bagi konsumen untuk memilih warna sesuai dengan seleranya.
Dalam hal harga, Sigra memiliki kisaran harga yang dimulai dari Rp136 juta, sedangkan Calya dihargai Rp164,7 juta. Perbedaan harga ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi konsumen.
Kedua mobil itu dirancang untuk pasar yang sama dan menawarkan fitur serupa. Namun, perbedaan-perbedaan yang ada memberikan karakter unik bagi masing-masing mobil.
Baik Sigra maupun Calya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan terbaik tentunya tergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing konsumen.
Berikut adalah performa mesin dari Daihatsu Sigra dan Toyota Calya:
Daihatsu Sigra:
Baca Juga: 2 Skema Timnas Indonesia Lolos Piala Asia U-23 2024, Laga Penentuan Kontra Turkmenistan
- Sigra menawarkan dua pilihan mesin, yaitu 1,2 liter dan 1,0 liter.
- Mesin 1,0 liter menghasilkan tenaga sebesar 66 bhp (67 PS/49 kW) pada 6000 rpm. Kemudian, torsi maksimum sebesar 89 N·m (66 lb·ft/9.1 kgm) pada 4400 rpm.
- Varian tertinggi dari Sigra, yaitu 1.2 R DLX AT, memiliki mesin bensin 4 silinder berkapasitas 1197 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 87 hp dan torsi sebesar 108 Nm.
Toyota Calya:
- Calya hanya tersedia dalam kubikasi mesin 1,2 liter.
- Ini adalah mesin bensin, double overhead camshaft, 4 silinder, yang menghasilkan tenaga sebesar 87 bhp (88 PS/65 kW) pada 6000 rpm. Kemudian, torsi maksimum sebesar 108 N·m (80 lb·ft/11 kgm) pada 4200 rpm3.
- Varian tertinggi dari Calya, yaitu G AT, memiliki mesin bensin 4 silinder berkapasitas 1197 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 87 hp dan torsi sebesar 108 Nm. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan