NTB.suara.com - Nasi Jinggo atau Nasi Djenggo, nasi bungkus dengan harga murah legendaris yang sekarang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Bali, memiliki akar yang dalam dan cerita menarik yang berawal dari tahun 1970-an.
Fakta mengejutkan diungkap oleh akun Facebook Chef Bloem. Selama ini masyarakat mengenal nasi Jinggo adalah sebutan awal untuk nasi bungkus kulit pisang dengan laut sederhana yang dijual di Gang Beji, Denpasar.
Namun ulas dia, hidangan ini dimulai oleh ibu dari Chef Bloem yang berdedikasi, yang dengan tekun memasak nasi bungkus dengan tiga pilihan lauk: ayam, sapi, dan babi guling.
Setiap hari pukul 7 pagi, nasi bungkus ini sudah siap di pelabuhan Benoa. Sasarannya adalah para sopir mobil tangki Pertamina, pekerja pelabuhan, dan para pemancing yang membutuhkan sarapan pagi yang enak dan bergizi.
"Nasi Men Djenggo saat itu dijual dengan harga dibawah 80 rupiah per bungkus. Men Djenggo saat itu sudah membuat rata-rata per hari 300 hingga 500 bungkus nasi bungkus. Bahkan sering hingga seribu bungkus karena ada pesanan dari kapal pesiar yang berlabuh di pelabuhan Benoa saat itu," papar warga Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, tersebut.
Penjual nasi ini dengan penuh semangat menyebutnya sebagai "NASI MEN DJENGGO." Tetapi mengapa disebut Nasi Men Djenggo?
Kisah dibalik nama ini ternyata memiliki akar yang menarik. Suami dari pemilik Nasi Djenggo adalah seorang penggemar berat film koboi, terutama film yang dibintangi oleh Franco Nero dengan karakter "Django."
Pria tersebut adalah keturunan Belanda dan Betawi kelahiran 1924, yang merupakan pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Kapten. Ayah ini begitu mencintai film tersebut hingga sering kali, bahkan kepada bayinya yang masih kecil pada saat itu. Ia sering melantunkan nyanyian, "Djenggo jago tembak..Djenggo jago tembak."
Akibatnya, tetangga dan saudara-saudaranya sering mendengar panggilan tersebut. Sejak saat itu, nama "Djenggo" menjadi panggilan akrab yang melekat pada pemiliknya. Bahkan hingga sekarang, ketika ia pulang ke rumah Ibunya di Desa Sesetan, Banjar Kaja, semua saudara dan tetangganya masih memanggilnya Djenggo.
Baca Juga: Baru Tahu Logo Baru Kawasaki, Berikut Maknanya
Namun, pada tahun 1982, sang ibu memutuskan untuk menghentikan bisnis nasi bungkus ini. Alasannya adalah tuntutan agama Hindu, di mana ia harus mengabdikan diri sebagai seorang Mangku. Aktivitas membuat dan menjual nasi bungkus pun berhenti.
Pada tahun 1984, nama "Nasi Djenggo" muncul kembali di Denpasar, tepat di depan Pasar Badung. Hingga saat ini, Nasi Djenggo telah berkembang menjadi berbagai variasi hidangan yang menjadi makanan khas di Denpasar dan seluruh Bali. "Saksi hidup masih ada hampir semuanya, bagi yang berkeberatan dgn cerita ini bisa mengubungi saya," begitu keterangan @henryalexiebloem #chefbloem dikutip, Selasa 19 September 2023. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak
-
Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis
-
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal
-
Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Simpan Nomor Panggilan Polri 110 Sekarang Juga!
-
Diskon Tol 30 Persen Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Diimbau Atur Waktu Perjalanan
-
25 Kode Redeem FC Mobile 23 Maret 2026: Bocoran Draft Icon Vieira dan Prediksi Anjloknya Harga Pasar
-
7 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kusam, Wajah Fresh dan Cerah Setelah Lebaran
-
Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet
-
Cara QRIS Transfer dan Emas Lewat BRImo
-
Cara Transaksi Pegadaian via BRImo: Cepat, Aman, dan Real-Time