/
Jum'at, 22 September 2023 | 16:25 WIB
Harga bekas Toyota Fortuner. (Youtube)

NTB.suara.com - Toyota Fortuner, SUV tangguh dengan rangka ladder-frame, telah lama menjadi pilihan utama di segmen menengah di bawah Toyota Land Cruiser. Sejak awal debutnya, Toyota Fortuner telah mencatat penjualan yang sangat sukses, terutama setelah varian diesel yang hemat bahan bakar diperkenalkan. Bahkan saat ini, Toyota Fortuner bersama dengan Mitsubishi Pajero Sport masih mendominasi pasar SUV ladder-frame kelas menengah.

Toyota Fortuner mempesona dengan desain eksterior yang besar, berotot, dan memberikan kesan macho yang berwibawa. Meskipun interiornya serupa dengan Toyota Innova tipe V, yang cenderung sederhana, SUV ini berhasil menarik perhatian calon konsumennya melalui tampilan eksteriornya yang mengesankan.

Selain tampilannya yang gagah, Toyota Fortuner juga dilengkapi dengan ground clearance tinggi dan kemampuan melintasi genangan air, sehingga cocok untuk medan terjal dan berair tanpa masalah.

Sayangnya, banyak pengguna mengeluhkan performa mesin diesel 2KD-FTV (D-4D) pada Toyota Fortuner. Mesin ini tidak dilengkapi dengan teknologi VNT/VGT, dan absennya intercooler membuat tenaga mesin Fortuner

Diesel terbatas pada 102 PS saja, lebih rendah dari hatchback seperti Toyota Yaris. Meskipun memiliki torsi yang cukup kuat karakteristik mesin diesel, beberapa pengguna menghadapi kesulitan saat melakukan overtaking, terutama di jalan arteri atau non-tol.

Varian bensin Toyota Fortuner, dengan mesin 2TR-FE berkapasitas 2700 cc, menghasilkan tenaga 158 PS, yang membuatnya lebih cocok untuk overtaking. Namun, akselerasinya di putaran rendah kurang responsif dibandingkan dengan versi diesel. Salah satu kekurangan utama varian bensin ini adalah konsumsi bahan bakarnya yang lebih boros dibandingkan dengan versi diesel. (*)

Load More