/
Sabtu, 16 September 2023 | 20:34 WIB
Logo Daihatsu yang ikonik. (Daihatsu Astra)

NTB.suara.com - Daihatsu, perusahaan mobil asal Jepang, telah menjadi bagian integral dari industri otomotif global. Dengan lebih dari setengah abad sejarahnya, Daihatsu memiliki cerita yang menarik, termasuk evolusi logo perusahaannya yang mencerminkan perubahan dan pertumbuhan. Logo Daihatsu yang simpel "D" yang menurut beberapa pihak mirip dengan gambar perahu.

Apa benar? Logo Daihatsu, dalam bentuknya yang sekarang, muncul pada tahun 1951 setelah melewati proses rebranding global. Namun, akarnya telah ada sejak tahun 1907 ketika perusahaan ini didirikan. Dahulu, Daihatsu adalah produsen roda tiga, dan baru pada tahun 1958, mereka memasuki dunia mobil empat roda. Ini adalah awal dari generasi mobil kei yang unik yang menjadi ciri khas Daihatsu.

Pendahulu Daihatsu terlibat dalam produksi mesin gas, yang menjadi asal usul nama mereka: "Hatsudoki Seizo," yang dalam bahasa Jepang berarti "produsen mesin." Saat perusahaan mengganti namanya, mereka memilih hieroglif pertama dari kata "Osaka," karena pabrik mereka berada di kota ini, dan mereka memilih untuk menggunakan "dai" alih-alih "" dalam hieroglif kedua. Dalam bahasa Jepang, "dai" dapat diartikan sebagai "besar." Bagian kedua dari kata "Daihatsu," yaitu "hatsu," adalah bagian dari kata "hatsudoki," yang berarti "mesin pertama." Gabungan kedua hieroglif ini menciptakan merek "Daihatsu" yang baru.

Logo perusahaan sering menjadi representasi visual yang kuat dari merek dan identitasnya. Daihatsu tidak terkecuali, dan logo perusahaan ini telah mengalami beberapa perubahan selama bertahun-tahun.
Setelah rebranding pertama mereka pada tahun 1951, logo Daihatsu tidak lagi mencerminkan merek dagang Hatsudoki Seizo Co. Logo ini awalnya menggunakan prasasti bahasa Jepang dan mengabaikan alfabet Latin. Perlu dicatat bahwa font dari kata "Daihatsu" yang diciptakan pada tahun 1951 masih bergaya hieroglif dengan sentuhan gaya Asia.

Pada akhir 1950-an, Daihatsu memperkenalkan logo baru yang mencakup nama merek mereka. Kata "Daihatsu" sekarang ditulis kursif dengan huruf kapital, warna putih, dan latar belakang merah. Prasasti ini berbentuk persegi panjang dengan tepi bergerigi dan tonjolan segitiga di bagian bawahnya.
Pada tahun 1974, Daihatsu membuat perubahan besar dengan memperkenalkan simbol berbentuk huruf "D" dalam huruf Latin sebagai bagian dari logo mereka. Simbol ini memiliki tampilan seperti hidung roket dengan satu garis yang ditekuk beberapa kali. Untuk memberikan kontras maksimum, font "Daihatsu" berwarna merah dan ditempatkan di bagian bawah.

Logo "D" terbukti sangat sukses, dan Daihatsu memutuskan untuk mempertahankannya dalam logo mereka hingga saat ini. Namun, perusahaan terus bereksperimen dengan tipografi, menghasilkan huruf "D" yang lebih tipis tanpa garis persegi. Ketebalan coretan pada huruf tidak merata, dan serif seperti sebelumnya telah dihilangkan. Simbol "D" adalah tanda pembeda utama Daihatsu. Meskipun sederhana, ia memiliki daya tarik yang kuat. Bentuk simbol ini dikaitkan dengan gerakan, perkembangan, dinamika, dan pertumbuhan. Tampilannya yang menunjuk ke atas melambangkan tekad dan semangat untuk terus maju.

Warna utama dalam logo Daihatsu selalu merah, yang dikombinasikan dengan latar belakang putih. Kombinasi ini menciptakan kontras yang mencolok dan mengesankan. Warna merah cerah ini juga sering kali diasosiasikan dengan Jepang, yang juga dikenal sebagai Negeri Matahari Terbit. Dengan lebih dari setengah abad sejarah dan evolusi logo yang mencerminkan perubahan merek ini, Daihatsu telah tumbuh menjadi salah satu pemain penting di industri otomotif global. Logo mereka tetap menjadi ikon merek yang dikenal luas di seluruh dunia. Meski begitu, kini nahkoda Daihatsu adalah Toyota karena 100% sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation. (*)

Load More