NTB.suara.com - Daihatsu, perusahaan mobil asal Jepang, telah menjadi bagian integral dari industri otomotif global. Dengan lebih dari setengah abad sejarahnya, Daihatsu memiliki cerita yang menarik, termasuk evolusi logo perusahaannya yang mencerminkan perubahan dan pertumbuhan. Logo Daihatsu yang simpel "D" yang menurut beberapa pihak mirip dengan gambar perahu.
Apa benar? Logo Daihatsu, dalam bentuknya yang sekarang, muncul pada tahun 1951 setelah melewati proses rebranding global. Namun, akarnya telah ada sejak tahun 1907 ketika perusahaan ini didirikan. Dahulu, Daihatsu adalah produsen roda tiga, dan baru pada tahun 1958, mereka memasuki dunia mobil empat roda. Ini adalah awal dari generasi mobil kei yang unik yang menjadi ciri khas Daihatsu.
Pendahulu Daihatsu terlibat dalam produksi mesin gas, yang menjadi asal usul nama mereka: "Hatsudoki Seizo," yang dalam bahasa Jepang berarti "produsen mesin." Saat perusahaan mengganti namanya, mereka memilih hieroglif pertama dari kata "Osaka," karena pabrik mereka berada di kota ini, dan mereka memilih untuk menggunakan "dai" alih-alih "" dalam hieroglif kedua. Dalam bahasa Jepang, "dai" dapat diartikan sebagai "besar." Bagian kedua dari kata "Daihatsu," yaitu "hatsu," adalah bagian dari kata "hatsudoki," yang berarti "mesin pertama." Gabungan kedua hieroglif ini menciptakan merek "Daihatsu" yang baru.
Logo perusahaan sering menjadi representasi visual yang kuat dari merek dan identitasnya. Daihatsu tidak terkecuali, dan logo perusahaan ini telah mengalami beberapa perubahan selama bertahun-tahun.
Setelah rebranding pertama mereka pada tahun 1951, logo Daihatsu tidak lagi mencerminkan merek dagang Hatsudoki Seizo Co. Logo ini awalnya menggunakan prasasti bahasa Jepang dan mengabaikan alfabet Latin. Perlu dicatat bahwa font dari kata "Daihatsu" yang diciptakan pada tahun 1951 masih bergaya hieroglif dengan sentuhan gaya Asia.
Pada akhir 1950-an, Daihatsu memperkenalkan logo baru yang mencakup nama merek mereka. Kata "Daihatsu" sekarang ditulis kursif dengan huruf kapital, warna putih, dan latar belakang merah. Prasasti ini berbentuk persegi panjang dengan tepi bergerigi dan tonjolan segitiga di bagian bawahnya.
Pada tahun 1974, Daihatsu membuat perubahan besar dengan memperkenalkan simbol berbentuk huruf "D" dalam huruf Latin sebagai bagian dari logo mereka. Simbol ini memiliki tampilan seperti hidung roket dengan satu garis yang ditekuk beberapa kali. Untuk memberikan kontras maksimum, font "Daihatsu" berwarna merah dan ditempatkan di bagian bawah.
Logo "D" terbukti sangat sukses, dan Daihatsu memutuskan untuk mempertahankannya dalam logo mereka hingga saat ini. Namun, perusahaan terus bereksperimen dengan tipografi, menghasilkan huruf "D" yang lebih tipis tanpa garis persegi. Ketebalan coretan pada huruf tidak merata, dan serif seperti sebelumnya telah dihilangkan. Simbol "D" adalah tanda pembeda utama Daihatsu. Meskipun sederhana, ia memiliki daya tarik yang kuat. Bentuk simbol ini dikaitkan dengan gerakan, perkembangan, dinamika, dan pertumbuhan. Tampilannya yang menunjuk ke atas melambangkan tekad dan semangat untuk terus maju.
Warna utama dalam logo Daihatsu selalu merah, yang dikombinasikan dengan latar belakang putih. Kombinasi ini menciptakan kontras yang mencolok dan mengesankan. Warna merah cerah ini juga sering kali diasosiasikan dengan Jepang, yang juga dikenal sebagai Negeri Matahari Terbit. Dengan lebih dari setengah abad sejarah dan evolusi logo yang mencerminkan perubahan merek ini, Daihatsu telah tumbuh menjadi salah satu pemain penting di industri otomotif global. Logo mereka tetap menjadi ikon merek yang dikenal luas di seluruh dunia. Meski begitu, kini nahkoda Daihatsu adalah Toyota karena 100% sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?
-
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Tak Semesra Awal-Awal Nikah, Pasrah Bila Diceraikan
-
5 Fakta Bocah 7 Tahun Tewas Hanyut di Selokan Driyorejo Gresik
-
Sinyal Kehadiran Denza B5 di Indonesia Semakin Dekat, Debut di IIMS 2026 ?
-
5 Rekomendasi CCTV Rp200 Ribuan, Praktis Bisa Pantau Lewat HP Kapanpun
-
Bedah Buku Stolen Focus: Rahasia di Balik Algoritma yang Membuat Kita Kecanduan
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dapat Gaji Besar di Super League, Pemain Keturunan Rela Alami Kemunduran Karier