NTB.Suara.com - Meski untuk lini belakang Timnas Indonesia terbilang solid dengan adanya Jordi Amat, Elkan Baggott, Rizky Ridho, maupun Sandy Walsh. Shin tae-yong kabarnya tengah mengincar bek Sassuolo, Ryan Flamingo.
Sontak niat pelatih asal Korea Selatan tersebut membuat pemain berusia 20 tahun itu menjadi bahan perbincangan hangat publik gibol Indonesia. Tentu yang menjadi pertanyaan mendasar adalah soal langkah naturalisasi pemain tersebut.
Adakah berdarah Indonesia? Ryan Flamingo, yang memiliki darah keturunan Belanda, Suriname, dan Indonesia, telah menjadi sorotan semenjak isu tentang kemungkinan dinaturalisasi untuk bermain bersama Timnas Indonesia mencuat.
Media Korea Selatan, Best Eleven, pertama kali membicarakan minat pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, terhadap pemain bertahan ini.
Ryan Flamingo, yang saat ini bermain sebagai bek tengah, telah mencuri perhatian pelatih Shin Tae-yong.
Isu ini semakin menarik perhatian setelah akun Instagram @transfermarkt.co.id melaporkan bahwa Ryan Flamingo memiliki garis keturunan Indonesia, yang memungkinkan dia untuk dinaturalisasi.
Respons positif dari pemain itu sendiri terhadap kabar ini turut memicu perbincangan, dengan dia membagikan emoji hati merah dan bendera Indonesia pada unggahan Transfermarkt Indonesia.
Namun, yang membuat perjalanan karier Ryan Flamingo semakin mengesankan adalah lonjakan tajam dalam market value-nya.
Menurut data dari Transfermarkt, pada Juni 2021, saat masih membela Almere City FC U-21 di Liga Belanda Eredivisie, market value-nya mencapai Rp 4,35 miliar.
Baca Juga: Kalah dari Uzbekistan, Timnas Diolok-olok Badut FC
Namun, ketika dia pindah ke klub Serie A Italia, Sassuolo, pada Juni 2022, market value-nya melonjak drastis menjadi Rp 17,38 miliar.
Peminjaman ke klub Liga Belanda Eredivisie, Vitesse Arnhem, pada November 2022, semakin mengangkat market value-nya menjadi Rp 34,76 miliar.
Tidak berhenti di situ, karier gemilang Ryan Flamingo terus menanjak, dan market value-nya mencapai puncaknya pada Juni 2023, dengan mencapai angka yang mengesankan sebesar Rp 43,45 miliar.
Lonjakan ini yang membuktikan bahwa kualitas permainannya semakin diakui dan dipercayai oleh para penilai sepak bola. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bukan Hanya Diskon, Belanja saat Lapar Juga Bisa Membuat Kita Jadi Impulsif
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026