NTB suara.com - Logo Adidas yang ikonik dan mendunia saat ini memiliki sejarah yang menarik. Sulit dipercaya bahwa tiga garis-garis khas ini dulunya milik perusahaan yang sama sekali berbeda. Mari kita gali lebih dalam sejarah perjalanan logo Adidas yang telah menjadi salah satu merek olahraga terbesar di dunia.
Pada awalnya, ketika Adolf Dassler mulai membuat sepatu olahraga di ruang cuci ibunya di Herzogenaurach, Jerman, mungkin dia bahkan tidak bermimpi bahwa ini adalah awal dari salah satu merek olahraga terbesar di dunia. Pada tahun 1924, saudaranya, Rudolf, bergabung dengannya. Produk mereka mulai mendapatkan pengakuan, dan menjelang Perang Dunia II, mereka berhasil menjual sekitar 200.000 pasang sepatu setiap tahunnya.
Adidas adalah nama dari merek sportswear ikonik ini yang didirikan di Jerman pada tahun 1924. Hari ini, perusahaan ini dianggap sebagai produsen fashion olahraga terbesar di Eropa dan merek sportswear terbesar kedua di dunia.
Setelah saudara-saudara Dassler berpisah pada tahun 1947, masing-masing dari mereka mendirikan perusahaannya sendiri. Adolf Dassler mendaftarkan Adidas AG, sementara Rudolf mendaftarkan sebuah perusahaan bernama Ruda, yang kemudian diubah namanya menjadi Puma. Ini adalah awal dari perjalanan logo Adidas yang terus berkembang.
Logo Adidas mengalami sejumlah evolusi sepanjang sejarahnya. Dari logo asli yang menampilkan nama co-founder Dassler hingga logo ikonik tiga garis-garis, logo Adidas selalu mencerminkan perubahan zaman dan semangat inovasi.
Namun, yang paling mengejutkan adalah bagaimana tiga garis-garis yang telah menjadi inti dari logo Adidas selama sekitar 70 tahun pertama kali muncul pada produk yang dibuat oleh perusahaan lain. Pada tahun 1940-an, perusahaan Finlandia bernama Karhu Sports memproduksi sepatu dengan tiga garis-garis. Adolf Dassler begitu menyukai desain tersebut sehingga ia memutuskan untuk membelinya.
Dalam kesulitan keuangan karena Perang Dunia II, pemilik Karhu Sports setuju untuk menjual merek dagang tersebut dengan harga setara €1.600 dan dua botol whiskey. Sekarang, Adolf Dassler mulai menempatkan tiga garis-garis pada sisi sepatu yang diproduksi oleh perusahaannya.
Logo debut pada sepatu Adidas pada tahun 1952, setelah Olimpiade Musim Panas 1952. Adolf Dassler bahkan menyebut perusahaannya sebagai "Perusahaan tiga garis-garis." Namun, desainer asli dari logo tiga garis ini tetap menjadi misteri.
Pada tahun 1971, logo trefoil diperkenalkan, yang juga dipilih oleh Dassler. Selain itu, ada versi lain dari tema tiga garis yang diungkapkan pada tahun 1962 dengan diperkenalkannya jumpsuit legendaris dengan garis-garis di lengan dan kaki. Ini adalah langkah signifikan dalam sejarah desain Adidas.
Baca Juga: Komplotan Jambret Sasar Wanita Ditangkap Polsek Sukarame, Korban Terakhir Mahasiswi
Seiring berjalannya waktu, Adidas merasa perlu untuk logo yang baru. Ini menghasilkan perubahan yang menciptakan kesan yang sama sekali baru. Sekali lagi, garis-garis hitam ditempatkan secara horizontal dan dipasangkan dengan insinyur kata "adidas." Desain ini masih digunakan saat ini.
Logo Adidas telah menjadi ikonik dan dianggap sebagai salah satu logo paling terkenal dan sukses dalam sejarah. Kesuksesannya terletak pada kesederhanaan dan stabilitasnya. Dengan bentuk yang sederhana, garis yang tebal, dan huruf yang kokoh, logo Adidas adalah pernyataan yang tahan uji waktu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana Digelar Private di Hotel Mewah
-
Menkeu Purbaya Dapat Gift Paus Saat Live TikTok, KPK: Kalau Ragu Lapor, Ingat Jenderal Hoegeng
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa
-
4 Lipstik Viva yang Bikin Bibir On Point Tanpa Boros, Paling Mahal Cuma Rp 34 Ribuan!
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan
-
Keren di Instagram, Ilegal di Mata Hukum: Sisi Gelap Bisnis Padel Ibu Kota
-
Danantara Pertimbangkan Garuda Indonesia Cicil Beli 50 Pesawat Boeing
-
Jadwal Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Kamis 26 Februari 2026
-
Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Unggahan Istri Gubernur Kaltim Singgung Kedengkian