NTB.suara.com - Honda, perusahaan otomotif Jepang yang telah lama dikenal di Indonesia, mungkin sudah menghentikan produksi varian Fit-nya di pasar dalam negeri. Namun, ceritanya berbeda di Vietnam, di mana sepeda motor bebek legendaris ini masih tetap eksis dengan nama Honda Wave Alpha.
Bahkan, baru-baru ini, Honda meluncurkan model terbaru dari kuda besi ini dengan harga yang sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 12 jutaan. Honda Wave Alpha adalah sepeda motor yang tidak hanya hemat dalam konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tetapi juga hadir dengan gaya motor keluarga yang bernuansa klasik. Ini adalah salah satu sepeda motor keluarga yang berhasil di pasar Eropa pada tahun 1980-an dengan pendekatan aslinya.
Honda berfokus pada kebutuhan dan preferensi pelanggan, menghadirkan era kreatif ke dalam portofolio produknya untuk pertama kalinya, memberikan pengalaman unik kepada pelanggan yang ingin bernostalgia.
Dalam hal desain, Honda Wave Alpha tetap mempertahankan desain kompak yang menjadi ciri khasnya. Fitur-fitur pada motor ini menekankan kesederhanaan, termasuk lampu depan halogen standar, layar analog dengan jarum jam, kunci shutter, sistem pengereman dump brake depan dan belakang, serta velg wire-spoke.
Untuk urusan mesin, Honda Wave Alpha masih menggunakan mesin tipe 4-langkah, silinder tunggal, air-cooled, SOHC, 2 katup, dengan kapasitas 109,2cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sekitar 8,2 HP pada putaran 7.500 rpm dan torsi puncak sekitar 8,4 Nm pada putaran 5.500 rpm. Ini adalah mesin yang handal dan cocok untuk pengendara sehari-hari.
Tidak hanya itu, di Vietnam, Honda Wave Alpha juga populer karena kebandelannya dan kemudahannya dalam dimodifikasi. Saat ini, tren penggunaan ban cacing atau ban dengan tapak kecil sedang naik daun di Vietnam, dan Honda Wave Alpha adalah platform yang sempurna untuk eksperimen modifikasi.
Dengan kombinasi antara gaya klasik, harga terjangkau, efisiensi BBM, dan keandalan, Honda Wave Alpha tetap menjadi pilihan yang menarik bagi pengendara di Vietnam. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026