NTB.Suara.com - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares akhirnya angkat bicara atas kekalahan 0-5 dari Sabah FC dalam Grup H Piala AFC 2023/2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (5/10/2023).
Menjadi pertanyaan besar mengapa juara Liga 1 sampai babak belur dihajar peringkat 3 Liga Super Malaysia.
Diketahui, PSM Makassar adalah juara Liga 1 musim 2022/2023. Sedangkan Sabah FC menjadi peringkat ke-3 Liga Super Malaysia 2022.
Dalam laga tersebut, Saddil Ramdani tampil trengginas. Dia memberikan tiga assist dari gol yang diciptakan Sabah FC.
Bernardo Tavares pun menyatakan bahwa Sabah FC tampil lebih baik daripada PSM Makassar. Dia mengaku anak asuhnya sudah mencoba memberi perlawanan, namun kesulitan.
Dia menyatakan, Sabah FC menciptakan peluang lebih banyak dari timnya. Juga bermain dengan lebih baik dari PSM Makassar.
“Bagaimanapun Sabah memiliki kualitas yang lebih baik. Mereka mampu menjaringkan gol lewat set-piece. Kami sudah melakukan latihan khusus untuk mengantisipasi hal itu terjadi,” tandas Bernardo dilansir dari Makan Bola, Jumat (6/10/2023).
Hasil ini membuat PSM Makassar terpuruk di dasar klasemen sementara dengan nol poin dari 2 laga. Padalaga pertama lawan Hai Phong, dari Vietnam, PSM juga takluk 4-0.
Sedangkan Sabah FC memimpin klasemen sementara Grup H dengan 6 poin dari dua laga. Pada laga pertama, Sabah FC menghajar wakil Singapura, Hougang dengan skor 3-1 pada 21 September.
Baca Juga: Karena Sosok Ini, Asnawi Mangkualam Tolak Mentah-mentah Tawaran Kembali ke PSM Makassar
Kekalahan PSM Makassar ini di AFC Cup memang mengejutkan. Apalagi sebagai juara Liga 1 musim 2022/2023.
Akan tetapi, jika mengacu pada musim 2023/2024, hasil ini tidak mengejutkan. Pasalnya, PSM Makassar sedang terpuruk.
Sampai pekan ke-14 Liga 1 musim ini, PSM Makassar berada di papan bawah. Yakni posisi ke-14 dengan 18 poin.
Diduga, hasil buruk ini terjadi karena hengkang beberapa pemain kunci di musim lalu. Salah satunya adalah Ramadhan Sananta yang ke Persis Solo.
Ditambah lagi masalah keuangan klub. Salah satunya ramai gaji pemain yang gagal dibayar.
Bahkan, sampai saat ini, Wiljan Pluim, kapten tim sudah empat laga tidak main bersama PSM Makassar. Disebut-sebut karena masalah gaji yang tersendat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027
-
Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri
-
Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas
-
Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia
-
Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin
-
Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar
-
Totalitas Tanpa Batas! Para Pemain Bapakmu Kiper Wajib Latihan Bola Sebelum Kontrak