Suara.com - Ada tren baru di Myanmar. Warga mulai berbondong-bondong membeli mobil mewah keluaran terbaru. Perubahan undang-undang yang dilakukan pemerintah serta semakin makmurnya tingkat kehidupan menjadi pemicu terjadinya tren baru tersebut.
Ini membuat sejumlah perusahaan otomotif mulai masuk ke negara termuda yang menjadi anggota ASEAN itu. Ketika pemerintah Myanmar membuka pintu dari isolasi dunia luar, lebih dari 200 ruang pamer mobil yang sudah dibuka di negeri itu.
Belum ada data pasti tentang jumlah mobil di Myanmar. Namun diperkirakan Yangoon dipadati lebih dari 200.000 mobil di jalanan.
“Dalam hal kekuatan untuk membeli, permintaan akan meningkat setelah Myanmar membuka isolasi dari dunia luar. Banyak warga Myanmar yang ingin membeli mobil mewah dan sudah jelas bahwa mobil adalah jenis investasi yang signifikan untuk jangka panjang,” kata Steve Martin, manajer bisnis Jaguar Land Rover di Asia Pasifik.
Jaguar Land Rover hanya salah satu perusahaan otomotif internasional yang sudah masuk ke pasar di Myanmar. Meski angka kemiskinan masih tinggi, Myanmar diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi 7,8 persen setiap tahun oleh Bank Pembangunan Asia. Bukan itu saja, pendapatan per kapitanya juga akan meningkat tiga kali lipat hingga 2030.
Prediksi itu membuat warga Myanmar sebagai potensi pasar dengan kekuatan bei yang besar. Hal itulah yang dimanfaatkan pengusaha di sektor otomotif.
“Saya memprediksi bisa menjual 200-300 Mercedez Benz dalam setahun. Jumlah itu akan dengan cepat melonjak tiga kali lipat dalam tiga tahun mendatang. Angka pertumbuhan meningkat dengan kecepatan yang luar biasa,” ujar Chin Kee Min, manajer umum di Cycle & Carriage Automobile Myanmar.
Dengan jumlah penduduk tiga juta, perusahaan otomotif internasional yakin pangsa pasar di Myanmar masih cukup besar untuk saling berbagi antarsesama produsen mobil. (CNA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung