Suara.com - Genesis 2015, salah satu varian sedan terbaru dari Hyundai yang belum lama ini dirilis, disebut-sebut memiliki beragam kecanggihan teknologi. Secara mesin, mobil yang di Amerika Serikat (AS) bakal beredar di pasaran mulai Mei ini sebenarnya tergolong standar saja, yakni menggunakan pilihan mesin V6 atau V8 (turbocharged).
Hanya saja, beberapa fitur ekstra ternyata cukup memberi nilai pada label harganya yang konon dibuka pada 38.000 dolar AS (Rp438 juta).
Salah satu yag paling banyak dibicarakan adalah keberadaan aplikasi Google Glass. Ya, mobil produk Korea ini disebut bisa memberi pengguna Google Glass keistimewaan tersendiri, mulai dari menghidupkan mobil dari jarak jauh, hingga memanggil bantuan teknisi secara gampang lewat Glass.
Nyatanya lagi, bukan hanya itu satu-satunya kecanggihan teknologi Genesis keluaran terbaru ini. Apa saja? Berikut tiga teknologi unggulan lainnya:
Teknologi "Bagasi Pintar" (Smart Trunk)
Fitur ini disebut ada pada semua model Genesis 2015. Prinsipnya, teknologi ini membuat tutup bagasi akan terbuka sendiri secara otomatis, ketika perangkat sensor mobil mendeteksi kuncinya berada pada jarak tertentu (dekat) dalam waktu lebih dari 3 detik. Salah satu kegunaannya adalah ketika tangan pengguna sedang memegang banyak barang (belanjaan misalnya). Tentunya, itu juga jika pintu mobil dalam kondisi terkunci.
Menurut catatan Huffington Post, fitur ini sebenarnya bukan "barang baru" di industri otomotif. Beberapa produk Ford misalnya, juga diketahui sudah memiliki sistem serupa, di mana pengemudi yang melambaikan tangan atau kakinya di bawah sensor di bemper belakang, dapat membuka tutup bagasi. Namun jauh-jauh hari, pihak Hyundai sendiri sudah menyebut bahwa teknologi ini adalah yang pertama, karena tak membutuhkan input fisik atau gerakan ekstra dari si pengemudi.
Perangkat Layar Sentuh Canggih
Hyundai disebut menawarkan dua pilihan layar sentuh utama bagi calon pembeli, yaitu yang berukuran standar 8 inci, atau 9,2 inci. Fungsinya sendiri standar, yaitu menampilkan data navigasi (GPS), peta, info cuaca, hingga hiburan. Namun yang disebut-sebut membuatnya lebih canggih adalah tampilan high-definition 720p yang sudah di-upgrade, yang konon adalah salah satu fitur termutakhir pada sedan-sedan berkelas terbaru.
Sensor CO2 di Dalam Kabin
Bila pengemudi tergolong orang yang suka buang gas, atau mungkin bagi mereka yang kerap membawa banyak penumpang maupun barang, kondisi apek dan sumpek di dalam mobil kerap menjadi masalah tersendiri. Kalau sekadar bau, mungkin bisa dihilangkan dengan pengharum ruangan. Tapi kalau urusannya adalah CO2, seperti yang terkandung dalam gas buangan perut manusia?
Di sinilah letak salah satu fungsi utama fitur sensor CO2 dalam kabin Genesis edisi terbaru ini, sebuah teknologi yang menurut Hyundai baru pertama kalinya dipakai di dunia. Prinsipnya, tiap kali sensor merasakan kadar CO2 berlebihan (ukurannya 2.000 parts per million), maka mobil secara otomatis akan menghadirkan tambahan udara segar ke dalam kabin, guna mengembalikan kondisi udaranya ke normal (dengan ukuran 400-700 parts per million). Manfaat lebih jauh, kian sedikit CO2 di dalam kabin, juga disebut akan mengurangi perasaan ngantuk, yang diharapkan bakal memastikan pengemudi lebih segar dan bisa memperhatikan lalu lintas dengan lebih baik. (Huffington Post)
Berita Terkait
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya
-
Terpopuler: Mobil Matic Transmisi Awet, Harga Mobil Naik, Drama MotoGP Memanas
-
Mitsubishi Mirage vs Honda Brio vs Nissan March, Mana Transmisi Matic yang Paling Awet?
-
Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Matic Transmisi Awet, Harga Mobil Naik, Drama MotoGP Memanas
-
Mitsubishi Mirage vs Honda Brio vs Nissan March, Mana Transmisi Matic yang Paling Awet?
-
Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?
-
BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin
-
BYD Atto 1 Minggir Dulu, Ini Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia
-
Kesaksian Horor Bagnaia usai Crash Zarco di MotoGP Catalunya: Kakinya Hancur, Nyangkut di Motor
-
Penjualan Global Chery Meroket Ditopang Mobil Listrik dan Hybrid
-
Senjata Yamaha dan Suzuki untuk Tandingi Honda CB150X, Mana yang Lebih Bertaji?
-
Apa Penyebab Motor Pedro Acosta Lumpuh? Mesin Hidup tapi Hilang Tenaga dan Bikin Alex Marquez Crash
-
Lebih Canggih dari PCX 160, Fitur Overkill Apa Saja yang Disembunyikan Suzuki Burgman 15 Terbaru?