Suara.com - Belakangan, kian banyak perusahaan berlomba-lomba untuk mengembangkan kendaraan autokemudi atau nirawak. Namun, masalah muncul saat Google dan Delphi, dua dari beberapa merek yang mengembangkan kendaraan nirawak, terlibat kecelakaan.
Faktor keselamatan pun lantas dipertanyakan. Berbagai cara kemudian dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mobil menghindari kecelakaan, salah satunya dengan mengambil data dari ribuan mobil dan jalanan.
Tapi kini, masalahnya pun berubah. Seharusnya, yang menjadi fokus masalah pada mobil nirawak sekarang bukanlah keselamatan, tetapi privasi.
Seperti dilansir laman Autoblog, para produsen kendaraan tersebut sudah mengambil dan menyimpan data dari lokasi jutaan mobil yang tak sengaja terlibat dalam pengujian di jalan. Dengan mengatasnamakan pengembangan mobil tersebut, banyak pihak yang mengkhawatirkan soal pengambilan data seperti yang terjadi itu bisa mengganggu.
"Setelah teknologi diadaptasi secara massal, data yang akan dikoleksi seperti informasi tujuan kendaraan, kecepatan; kita tidak memiliki kuasa atas apa yang akan Google lakukan dengan data tersebut," ungkap seorang advokat dari Consumer Watchdog, John Simpson.
Untuk mencegah penyalahgunaan data, sebuah organisasi kendaraan bermotor, AAA, bahkan meminta para pengembang untuk menyetujui pakta yang melindungi privasi konsumen. Pengembang diminta menyortir apa saja yang bisa disimpan, meminimalisir jangkauan waktu dan scope, serta memastikan data tidak bocor sebelum ada permintaan pengadilan.
"Dikhawatirkan akan ada implikasi masalah privasi yang semakin besar. Data seberapa sering Anda pergi ke bar, apakah yakin tidak akan bocor ke asuransi Anda? Atau (soal) di mana Anda menghabiskan malam Minggu Anda, bisa menjadi pendukung masalah cerai," ujar Executive Director AAA, Carmen Balber.
Pihak Google sendiri mengklaim bahwa pengembangan yang terjadi hanya bersifat untuk tujuan teknis. Mereka bahkan menyebut, jika kendaraan sudah diproduksi massal, Google akan membuat standar dan peraturan baru soal privasi.
Namun, itu tetap saja tidak mengurangi kekhawatiran banyak pihak. Apalagi mengingat bisnis utama Google sangat bersinggungan dengan ketersediaan data. [Autoblog]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya