- Bahu jalan tol hanya boleh digunakan untuk kondisi darurat mendesak, bukan sebagai area istirahat biasa.
- Pengemudi boleh berhenti untuk kendaraan mogok, ban pecah, kecelakaan ringan, atau kondisi darurat medis penumpang.
- Saat berhenti darurat, wajib menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
Suara.com - Bahu jalan tol sering terlihat kosong dan lebar, sehingga banyak pengendara tergoda untuk berhenti di sana ketika lelah atau ingin sekadar istirahat.
Padahal, aturan jelas menyebutkan bahwa bahu jalan bukan tempat singgah biasa. Area ini hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat.
Lalu, apa saja situasi yang memang diperbolehkan untuk berhenti di bahu jalan?
1. Kendaraan Mogok atau Rusak
Jika mobil tiba-tiba mogok, mesin mati, atau ada kerusakan serius yang membuat kendaraan tidak bisa melaju, pengemudi diperbolehkan berhenti di bahu jalan.
Namun, wajib menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman agar kendaraan lain bisa waspada.
2. Ban Pecah atau Bocor
Ban pecah di kecepatan tinggi jelas berbahaya. Dalam kondisi ini, pengemudi boleh menepi ke bahu jalan untuk mengganti ban atau menunggu bantuan.
Sama seperti mogok, tanda darurat harus dipasang agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Baca Juga: Tips Otomotif: Penyebab Mobil Mogok Saat Banjir dan Solusinya
3. Kondisi Darurat Medis
Jika ada penumpang yang mendadak sakit parah atau butuh pertolongan segera, berhenti di bahu jalan bisa jadi pilihan sementara sebelum mencari fasilitas kesehatan terdekat.
Namun, sebaiknya segera hubungi layanan darurat atau ambulans agar penanganan lebih cepat.
4. Kecelakaan Ringan
Ketika terjadi tabrakan kecil yang tidak memungkinkan kendaraan langsung melanjutkan perjalanan, bahu jalan bisa digunakan untuk menepi sementara.
Tujuannya agar tidak mengganggu arus lalu lintas utama. Setelah itu, pengemudi harus segera menghubungi pihak berwenang atau petugas tol.
Berita Terkait
-
Tips Otomotif: Penyebab Mobil Mogok Saat Banjir dan Solusinya
-
Dampak Banyak Kendaraan Mogok, Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Pertalite di SPBU Bekasi
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Tips Rawat Mobil Pascabanjir dan Cara Cegah Kerusakan Transmisi Matik Saat Musim Hujan
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga BBM Diesel Mencekik, Toyota Siapkan Senjata Rahasia untuk Fortuner?
-
Berapa Lama Cas Motor Listrik dari 0 Sampai 100 Persen? Ini Estimasinya
-
Jangan Keliru, Denda Tak Punya SIM dan Lupa Membawa Ternyata Beda
-
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan Penyelewengan BBM Bersubsidi
-
Lawan Berat NMAX Tiba: Skutik Murah Ini Punya Ground Clearance Anti Nyangkut Pas Libas Jalan Rusak
-
Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega
-
Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong
-
Rupiah Tembus Rp17.400: Mending Beli Honda BeAT, Genio, atau Scoopy Buat Ngantor?
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini