Suara.com - Michelin meluncurkan empat produk ban kendaraan niaga. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap banyaknya proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah. Keempat model ban tersebut akan menjangkau segmen truk berat, truk dan bus.
Direktur Komersial Ban Truk dan Bus PT Michelin Indonesia (MI) Sylvain Selves menjelaskan Michelin XZY 3 HD serta XDY 3 HD yang berukuran 10.00R20 menyasar segmen truk berat. "Dengan peluncuran dua Michelin baru untuk truk berat, kami ingin perkuat kepemimpinan kami di ban radial yang daya tahan kuat, usia pakai panjang, dan efisien. Kami optimistis dapat meraup 20% pangsa pasar ban radial untuk truk berat," lanjutnya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (16/5/2016).
Adapun dua model BFGoodrich Cross Control yang masing-masing berukuran berukuran 7.50R16 dan 10.00R20, ditawarkan bagi segmen truk dan bus. Selves tidak mengungkapkan target penjualan untuk keduanya, namun ia yakin bakal mampu menjadi pemimpin di segmen terlezat bagi ban radial ini.
Sementara itu, Direktur Pemasaran MI, Putu Yudha mengatakan, bahwa secara total pasar ban untuk kendaraan komersial memang sedang melesu. Meskipun begitu, pasar ban radial dari tahun ke tahun menunjukkan pertumbuhan positif karena banyaknya proyek-proyek infrastruktur dan perubahan perilaku konsumen yang beralih ke ban radial.
"Sebanyak 14% dari biaya produksi pengusaha logistik itu datang dari ban, dan biaya ban radial per kilometernya lebih hemat daripada ban biasa," ucapnya.
Pemasaran Produk Truk dan Bus MI M. Fahrul Rozi menerangkan, keunggulan XZY 3 HD dan XDY 3 HD antara lain adalah kabel bead yang 50% lebih besar plus karet lebih tebal, sehingga mampu meminimalisir kerusakan pada ban. Desain casing baru membuat keausan merata sehingga usia ban lebih awet.
Di samping itu, terdapat penambahan lapisan kompon di bawah telapak ban berfungsi mengurangi hambatan gulir agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.
"Untuk XDY 3 HD yang merupakan ban untuk posisi penggerak, kedalaman telapaknya lebih 4 mm dibanding XZY 3 HD. Kita semua tahu penggerak itu kerja lebih berat karena harus salurkan torsi mesin ke jalan," jelas Fahrul Rozi.
Adapun BFGoodrich, yang baru resmi masuk ke Asia dengan Indonesia sebagai pasar pertamanya, diklaim sebagai ban yang sudah sangat tersohor keandalannya di medan off road. Salah satu prestasi ban ini adalah delapan gelar Rally Paris-Dakkar periode 2002-2012.
"BFGoodrich ini memiliki banyak sekali model dan ukuran. Ke depannya, kami akan perkenalkan lebih banyak BFGoodrich ke Indonesia," tutup Selves.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mitsubishi Destinator Harga Terbaru Februari 2026, Apa Beda Fitur di Tiap Varian?
-
Daihatsu Feroza Berapa CC? Segini Harganya di 2025, Masih Gagah Buat Retro Style!
-
6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
-
Pilih Mana? Ini Perbedaan Harga, Spesifikasi, dan Fitur Mitsubishi Xpander vs Xpander Cross 2026!
-
Diskon Opsen Turun, Harga LCGG Daihatsu Berpotensi Naik Hingga Rp 8 Juta
-
Lebih Murah dari M6 dan Cloud EV, Harga Mobil Listrik Polytron Mulai Berapa?
-
Jajaran Mobil Listrik yang Meluncur di IIMS 2026, Dari SUV Sampai Mobil Perkotaan
-
Rexco Tawarkan Solusi Perawatan Kendaraan untuk Mobil Listrik di IIMS 2026
-
Spesifikasi dan Harga Motor Listrik Polytron, Mulai Rp11 Jutaan
-
Suzuki XBee Mobil Berdimensi Mini yang Curi Perhatian dengan Teknologi Mild Hybrid