Suara.com - Bugatti Chiron, jika diibaratkan dengan mitologi Yunani kuno, adalah Zeus di Gunung Olimpus. Hypercar yang menjadi suksesor salah satu mobil tercepat dunia, Veyron, itu sedang dipertimbangkan untuk dibuat dalam versi mesin hibrida demi meningkatkan performanya.
Chiron sendiri baru saja diperkenalkan pada Geneva Motor Show 2016, Maret lalu.
Hypercar ini bersenjatakan mesin bensin 8.0 l V16 quad-turbocharged yang dipadukan dengan transmisi otomatis tujuh percepatan dual-clutch. Gelontoran tenaganya mencapai 1.479bhp, dengan torsi 1.600 Nm.
Adapun akselerasi 0-100 km per jam dicapai hanya dalam 2,4 detik.
Bugatti kini sedang mempersiapkan Chiron untuk memecahkan rekor dunia mobil produksi tercepat milik sang 'kakak', Veyron, yaitu 430.9 km per jam (267.7 mil per jam). Rencananya, usaha pemecahan rekor tersebut akan dilakukan pada 2018.
Presiden Bugatti Automobiles Wolfgang Dürheimer, seperti dikabarkan Autocar pada Jumat (26/8/2016), mengakui salah satu opsi agar Chiron makin ganas adalah menyandingkan mesin bensinnya dengan motor listrik.
"Generasi awal dari mesin yang dipakai Chiron saat ini dibuat 13 tahun lalu dengan daya 986bhp, lalu kami membuatnya menjadi 1.184bhp, kemudian 1.479bhp seperti yang ada di Chiron," kata Dürheimer.
"Anda tak bisa begitu saja mengeluarkan tambahan tenaga 493bhp itu dari komponen yang sama. Karena itu kami mendesain lagi mesinnya, juga dengan 95 persen komponen baru di dalamnya. Sekarang, menurut kalkulasi kami, kami perlu komponen hibrida untuk mengeluarkan tambahan tenaga yang kami targetnya dari Chiron," papar Dürheimer lagi.
Meski demikian, ia menegaskan motor listrik ini nantinya hanya akan diposisikan sebagai 'suplemen' untuk mendongkrak gelontoran tenaganya. Chiron tidak akan bisa dipakai berjalan cuma dengan motor listrik dalam kecepatan rendah seperti Porsche 918 Spyder atau McLaren P1.
"Ini (mesin hibrida) masih jadi pemikiran yang kami sedang telaah. Kita lihat saja nanti," tukasnya Dürheimer.
Satu tantangan yang mesti dipecahkan Bugatti untuk membuat versi mesin Hibrida dari Chiron ialah keterbatasan ruang di dapur pacu dan penambahan bobot hypercar itu kelak. Pasalnya, powertrain Chiron saja sudah memiliki berat sekitar 600 kg.
Berita Terkait
-
Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026
-
Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier
-
Intip Isi Garasi Dadan Hindayana, Eks Kepala BGN yang Jadi Tersangka Korupsi MBG
-
Mewahnya Koleksi Mobil Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kini Dijemput Kejagung
-
Viral Pria Nemplok di Kap Mobil Mewah di Jalanan Jakbar, Teriak Minta Tolong
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya
-
Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah