Suara.com - Tidak peduli seberapa cepat prototipe Ford GT, tetap saja tidak bisa berlari lebih cepat dari radar polisi. Tiga supercar baru Ford diketahui melesat di atas batas kecepatan di Glenwood Canyon, beberapa waktu lalu.
Petugas dari Departemen Kepolisian Eagle County Johnny Law berhasil menilang ketiganya. Sebetulnya, untuk ukuran supercar ketiga mobil itu melaju dengan kecepatan normal.
Dimana untuk batas tertinggi kecepatan supercar adalah 205mph dan ketiganya yang melaju ke timur Glenwood Canyon melesat 101 mph. Sayang, patokan tertinggi untuk wilayah jalan raya Glenwood Canyon itu adalah 50mph.
Polisi patroli negara mengejar dengan melesat lebih cepat daripada sebuah Ford GT. Polisi menangkap dengan mereka, sekitar 35 mil kemudian. Tiga supercar dan mobil polisi itu menarik perhatian belasan pengemudi lainnya.
Polisi tersebut diketahui tidak menggubris situasi ini dan tetap memberikan tiket tilang kesemua pengendara mobi.
2017 Ford GT, Blue Oval itu kembali ke jalan besar. Di balik kap mesinnya dilengkapi 3.5 liter twin turbo EcoBoost V6 terkait dengan mesin yang digunakan di Ford F-150 pickup dan Mustang. Dalam hal ini, meskipun mesin menghasilkan lebih dari 650 tenaga kuda. 2016 Versi F-150 mampu menghasilkan 365 tenaga kuda.
Ford Performance Direktur Dave Pericak kepada majalah Car & Driver mengungkapkan akan memproduksi mobil ini ribuan unit. Dan dibanderol 400.000 dolar AS atu kisaran Rp5,23 miliar.
Ford GT adalah mid-engine dua kursi Amerika, mobil bermesin diproduksi Ford untuk tahun 2005 dan 2006 Model tahun. Para desainer menarik inspirasi dari mobil GT40 balap Ford tahun 1960-an. (Vail Daily)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan