Suara.com - Dua rival abadi, Honda dan Yamaha, mengesampingkan persaingan mereka dan bekerja sama, untuk menyiasati turunnya pasar sepeda motor di Jepang. Honda sepakat akan memproduksi skuter Yamaha untuk pasar di 'Negeri Sakura'.
Kesepakatan tersebut akan dimulai pada 2018. Honda bakal memproduksi skuter 50 cc Yamaha di pabrik Honda yang berlokasi di Kumamoto, Jepang. Selain itu, Honda juga akan membagi platform skuter kecil milik pabrikan motor terpopuler dunia itu kepada Yamaha.
Honda dan Yamaha mengatakan bahwa pembagian sumber daya tersebut menjadi solusi terbaik bagi biaya pengembangan teknologi skuter yang semakin tinggi, regulasi emisi gas buang yang semakin ketat, namun dengan pasar roda dua lokal yang semakin kecil.
"Perlambatan pasar skuter di Jepang yang terjadi beberapa tahun belakang, menjadikan bisnis di sektor ini semakin sulit bagi kedua perusahaan. Sehingga kerja sama menjadi jalan menguntungkan," kata Chief Operating Officer Honda Motor Corporation Shinji Aoyama seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/10/2016).
Sementara itu, Managing Executive Officer Yamaha Motor Corporation Katsuaki Watanabe mengungkapkan, pemproduksian skuter Yamaha oleh Honda akan lebih efisien ketimbang yang mereka lakukan saat ini, yaitu merakit di Taiwan dan mengirimnya kembali ke Jepang.
Persaingan antara Honda dan Yamaha sudah berlangsung sejak 1980-an, saat keduanya mulai bersaing mengeluarkan model-model motor baru dan berlomba-lomba soal harga serta distribusi demi memperbesar pangsa pasar.
"Tidak ada permusuhan yang tersisa dari periode itu," aku Watanabe.
Selain memproduksi berbarengan, Honda dan Yamaha secara bersama-sama juga akan mengembangkan produk skuter. Meskipun begitu, pemasarannya tetap akan secara terpisah dengan strategi masing-masing. Adapun semua kerja sama tersebut dipastikan hanya terbatas bagi pasar Jepang.
Pada tahun fiskal 2014, penjualan motor di Jepang turun 10,6 persen dibanding setahun sebelumnya menjadi 373.000 unit. Penurunan itu adalah yang kedua kalinya dalam dua tahun dan jomplang dengan penjualan 'kuda besi' di sana yang pernah mencapai 1,2 juta unit pada 1995 silam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Percepat Elektrifikasi Otomotif Nasional, Prabowo Diapresiasi Pekerja Pabrik
-
Investasi yang Fokus Pada Keselamatan Kunci Efisiensi Operasional Armada Logistik
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk GoCar Prestige, Beserta Syarat Speknya
-
5 Rekomendasi Motor Bekas untuk GoRide Comfort dan GrabBike XL
-
Daftar Harga Motor Listrik Alva: Mana Saja yang Jago di Tanjakan?
-
5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir
-
Terpopuler: Motor Listrik MBG Kalah dari Jagoan Lokal, EV Murah untuk Taksi Online
-
5 Mobil Listrik Bekas Termurah yang Cocok untuk Taksi Online, Mulai Rp100 Jutaan
-
Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?