Logo Tesla. [Shutterstock]
Kesuksesan para chief executive officer perusahaan-perusahaan global sering mengundang decak kagum. Kesuksesan mereka mengatur bisnis yang tersebar di berbagai belahan dunia kadang membuat publik bertanya-tanya mengenai waktu tidur mereka setiap hari.
CEO Tesla Elon Musk menjawab hal itu. Jawabannya pun tak disangka-sangka karena ternyata waktu tidurnya hanya sedikit di bawah waktu tidur sehat yang direkomendasikan dunia medis.
Musk, seperti diwartakan Business Insider pada awal pekan ini, mengaku rata-rata masih bisa tidur enam jam sehari.
Adapun waktu tidur yang disarankan oleh National Sleep Foundation untuk yang berusia di atas 18 tahun adalah tujuh sampai sembilan jam per hari. Berarti, secara rata-rata Musk hanya kurang tidur satu jam per hari.
Jawaban Musk sendiri mengejutkan. Pasalnya, lelaki berusia 45 tahun itu adalah CEO salah satu produsen mobil listrik terdepan sejagad.
Selain itu, ia juga menangani perusahaan aerospace SpaceX dan perusahaan teknologi ramah lingkungan Solar City.
Ternyata, Musk memang harus mencuri-curi waktu untuk tidur. Ia mengatakan kerap tidur dengan sleeping bag di ruang konferensi pabrik Tesla demi sebuah waktu tidur yang mendekati normal.
CEO Tesla Elon Musk menjawab hal itu. Jawabannya pun tak disangka-sangka karena ternyata waktu tidurnya hanya sedikit di bawah waktu tidur sehat yang direkomendasikan dunia medis.
Musk, seperti diwartakan Business Insider pada awal pekan ini, mengaku rata-rata masih bisa tidur enam jam sehari.
Adapun waktu tidur yang disarankan oleh National Sleep Foundation untuk yang berusia di atas 18 tahun adalah tujuh sampai sembilan jam per hari. Berarti, secara rata-rata Musk hanya kurang tidur satu jam per hari.
Jawaban Musk sendiri mengejutkan. Pasalnya, lelaki berusia 45 tahun itu adalah CEO salah satu produsen mobil listrik terdepan sejagad.
Selain itu, ia juga menangani perusahaan aerospace SpaceX dan perusahaan teknologi ramah lingkungan Solar City.
Ternyata, Musk memang harus mencuri-curi waktu untuk tidur. Ia mengatakan kerap tidur dengan sleeping bag di ruang konferensi pabrik Tesla demi sebuah waktu tidur yang mendekati normal.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Saham Apple, Nvidia hingga Tesla Kini Bisa Diperdagangkan 24/7 di OKX
-
Gebrakan Baru: VW dan Tesla Bikin Sepeda Listrik Canggih, Ada Radarnya!
-
Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas
-
Nasib Sial Tesla Cybertruck Gagal Uji Fitur Wade Mode Hingga Berakhir di Tangan Petugas
-
Ambisi Chery Contek Formula Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan