Suara.com - Australia sedang membangun "superhighway" atau jalan raya luas, dilengkapi fasilitas pengisian daya gratis dalam upaya penggunaan kendaraan listrik di timur laut negara bagiannya, Queensland, Kamis.
Sebagian besar rute superhighway tersebut dikelilingi Great Barrier Reef, obyek wisata tetumbu karang yang banyak diminati turis.
Superhighway terbaru milik Australia itu memiliki rute sepanjang 1.800 kilometer. Jalanan tersebut tepat berada di pesisir pantai di samping Great Barrier Reef, dan akan dipasok dengan energi terbarukan, demikian Menteri Negara Steven Miles dalam pernyatannya.
"Ini adalah proyek ambisius, namun kami ingin masyarakat sebanyak mungkin memulai revolusi kendaraan listrik, sebagai bagian dari transisi kami untuk masa depan dengan emisi rendah,"tambahnya.
Delapan belas kota akan memulai tahap pertama dari superhighway, yang akan mulai beroperasi pada enam bulan kedepan, sehingga memungkinkan untuk mengendarai kendaraan listrik dari perbatasan negara bagian selatan menuju utara.
Jalanan tersebut akan membentang dari Coolangatta pada perbatasan New South Wales ke kota Cairns, di Australia utara.
Pembuat stasiun pengisian bahan bakar yang berbasis di Brisbane, Tritium akan memasok sebagian besar dari proyek stasiun pengisian bahan bakar. Sedangkan Schneider Electric memasok sisanya.
Menurut ketua pelaksana Dewan Kendaraan Listrik Australia, Behyad Jafari, dukungan awal pemerintah untuk proyek tersebut merupakan sebuah isyarat pada pasar bahwa Queensland mulai serius tentang penggunaan kendaraan listrik.
Langkah tersebut memberi kepastian untuk membuka investasi demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pekerjaan baru yang memerlukan keahlian tinggi, demikian tambahnya.
Juga, menurut Menteri Energi Josh Frydenberg pada Mei, penggunaan kendaraan listrik di Australia masih tertinggal dibandingkan negara lainnya, namun akan meningkat sekitar 12.000 pada 2020 dan sekitar satu juta pengguna pada 2030.
Seperti diketahui, pengelolaan Great Barrier Reef oleh pemerintah Australia sempat mendapat kritik terus menerus soal kematian karang terbesar akibat El Nino terkuat pada kurun 20 tahun terakhir.
Lebih dari dua juta orang mengunjungi Great Barrier Reef tiap tahunnya dan menghasilkan devisa lebih dari Rp20,4 triliun. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125