Suara.com - Toyota sedang mengembangkan sebuah mobil listrik yang ditenagai oleh jenis baterai baru yang membuat mobil itu kelak bisa menempuh jarak lebih jauh dan baterainya diisi lebih cepat. Mobil listrik Toyota ini akan mulai dijual pada 2022, demikian diwartakan Chunichi Shimbun Selasa (25/7/2017) seperti dikutip Reuters.
Mobil listrik Toyota itu akan dirakit menggunakan platform baru dan menggunakan bateri jenis all-solid-state, yang bisa diisi ulang dalam hitungan menit, demikian dikabarkan surat kabar Jepang itu.
Adapun mobil-mobil listrik yang dijual di pasaran saat ini menggunakan baterai lithium ion yang baru bisa penuh setelah di-charge selama 20-30 menit dan bisa menempuh jarak 300-400 km. Toyota disebut telah memutuskan untuk menjual mobil itu mulai 2022.
Juru bicara Toyota, Kayo Doi, mengatakan pihaknya tidak akan berkomentar mengenai rencana pengembangan produk tertentu, tetapi di saat bersamaan mengakui bahwa Toyota akan mulai mengomersialisasi baterai all-solid-state pada awal 2020an.
Toyota, produsen mobil terbesar di Jepang, memang kini tertinggal dari rekan senegara seperti Nissan yang sudah memimpin di pasar mobil listrik bersama Tesla dari Amerika Serikat.
Toyota, yang sebelumnya sudah memiliki mobil berbahan bakar hidrogen, pada 2016 lalu mengatakan akan menambahkan mobil listrik dengan jarak tempuh lebih panjang dalam jajaran produksinya. Toyota bahkan telah memiliki unit khusus untuk mengembangkan mobil listrik yang dipimpin langsung oleh Presiden Direktur Akio Toyoda.
Sementara itu Toyota juga disebut akan mulai memproduksi mobil listrik di Cina, pasar mobil terbesar di dunia, mulai 2019 mendatang. Meski demikian mobil yang akan diproduksi tidak lain adalah Toyota C-HR, tetapi dengan mesin yang dipacu motor listrik berbaterai lithium ion.
Toyota dalam tiga tahun terakhir memang gencar mengembangkan teknologi all-solid-state baterai, yang menggunakan elektrolit padat alih-alih elektrolit cair seperti pada baterai lithium ion.
Tak hanya Toyota, produsen mobil Jerman, BMW juga sedang mengembangkan baterai serupa yang rencananya mulai diproduksi satu dekade mendatang.
Berita Terkait
-
6 Alasan Toyota Voxy 2022 Bekas Makin Laris di 2026, MPV Kelas Atas Harga Merakyat
-
Harga Mobil 1200cc Turun usai Lebaran? Mulai 65 Jutaan, Ini 12 Opsi Irit dan Awet buat Dipakai Lama
-
Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
-
Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur di Thailand Gunakan Platform Hilux Rangga
-
5 Mobil Murah yang Ramah di Kantong untuk Harian, Solusi Hemat Warga Perkotaan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK
-
Tiba-tiba Harga Suzuki Fronx Naik Hingga Rp8 Jutaan di Maret 2026, Cek Daftarnya
-
MPV Keluarga 7 Penumpang Dimodifikasi Jadi 12 Orang saat Mudik Lebaran 2026 , Modal Terpal Saja
-
5 Fakta Gila Bugatti Factor One, Sepeda Sultan yang Harganya Setara Veloz Hybrid
-
6 Alasan Toyota Voxy 2022 Bekas Makin Laris di 2026, MPV Kelas Atas Harga Merakyat
-
Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Februari 2026 BYD, Pendatang Baru Mulai Curi Perhatian
-
Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Mencuci Motor saat Mesin Panas
-
Hyundai Hentikan Penjualan Palisade 2026 Buntut Kecelakaan Fatal Balita Terjepit Kursi Otomatis
-
Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas
-
5 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta untuk Pemakaian Jangka Panjang