Suara.com - Sebuah pabrik perakitan mobil milik Maruti Suzuki di India berhenti beroperasi selama hampir dua hari setelah seekor macan tutul berkeliaran di dalam fasilitas produksi itu.
Seperti dilaporkan The Telegraph, pabrik yang berlokasi di Manesar, sebuah kota yang berjarak 32km dari ibu kota New Delhi itu ditutup setelah petugas keamanan melihat seekor macan tutul masuk ke dalam pabrik itu pada Kamis pagi (5/10/2017).
Rekaman kamera pengawas menunjukkan binatang buas itu berkeliaran di dalam pabrik tersebut sekitar Kamis dini hari. Akibatnya para petugas keamanan segera mengevakuasi para pekerja dan memanggil polisi.
Sekitar lebih dari 1000 pekerja yang harusnya bertugas pada hari itu akhirnya dipulangkan, sementara polisi dan petugas jagawana berusaha menangkap macan liar tersebut. Butuh sekitar satu setengah hari bagi polisi dan petugas jagawana untuk akhirnya bisa menangkap macan tersebut.
Mereka berusaha memaksanya keluar dari persembunyian menggunakan kembang api dan berusaha memancingnya menggunakan bangkai kambing, sebelum binatang buas itu dilumpuhkan menggunakan peluru bius.
"Butuh 20 sampai 30 menit agar macan itu tenang (setelah terkena peluru bius)," kata Vinod Kumar salah satu petugas jagawana yang terlibat perburuan dalam pabrik tersebut.
Rencananya setelah diperiksa kesehatannya dan dirawat, macan itu akan dikembalikan ke alam liar.
Adapun pabrik Maruti Suzuki Manesar merupakan salah satu pabrik mobil terbesar di India. Pabrik itu menempati area seluas 242 hektar dan memproduksi sekitar 5.000 unit mobil per hari.
Berita Terkait
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
-
Kawasaki Punya Brusky 125, Suzuki Tak Tinggal Diam! Sengitnya Adu Mekanik Skutik Sporty Rp 26 Jutaan
-
Jurus Chery Pinjam Nama Produk Lawas Suzuki saat Merilis Pikap PHEV
-
Setir Mobil Terasa Berat dan Bunyi Ini Gejala Rack Steer Bermasalah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Cara Praktis Percantik Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Lewat Produk Diton
-
Spesifikasi Yamaha R7: Motor yang akan Dipakai di Moto3 Mulai 2028
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota