Suara.com - Pasar sepeda motor 2018 disambut dengan senyum optimisme oleh para pabrikan. Pasalnya, penjualan 'kuda besi' diperkirakan naik lagi setelah beberapa tahun terakhir ini turun. Segmen-segmen di dalamnya pun tak lagi lesu, kecuali untuk segmen underbone (yang biasa disebut 'motor bebek' ).
Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, memperkirakan bahwa pasar motor di 2018 naik antara 1-5 persen dibandingkan pada 2017. Tahun ini sendiri transaksi jual-beli motor di Nusantara secara total bakal turun menjadi 5,8 juta unit dari 5,9 juta unit setahun sebelumnya.
"Mungkin berkisar 5,9-6,1 juta unit (penjualan di 2018)," ujarnya saat ditemui di sela-sela peluncuran All-New PCX 150 cc, pertengahan Desember di Jakarta.
Menurut dia, harga komoditas yang telah membaik bakal memperkuat daya beli konsumen sepeda motor. Selain itu, beberapa faktor negatif bagi pasar tahun ini seperti kenaikan tarif listrik, pelonjakan tarif pengurusan STNK dan BPKB, dan perubahan aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hampir pasti tak akan terjadi lagi.
Sigit cuma berharap, Pilkada serentak di 2018 berjalan dengan lancar dan relatif damai agar pasar tak terdampak negatif.
Setali tiga wang dengan AISI, Direktur Pemasaran PT. Astra Honda Motor, Thomas Wijaya, juga memprediksi kenaikan pasar motor nasional menjadi 5,9-6,1 juta unit. Selain mengutarakan alasan-alasan yang identik dengan AISI, ia berharap sektor pertanian berjalan baik tahun depan, tidak seperti tahun ini.
"Panen di Pulau Jawa pada awal tahun (2017) parah karena kondisi cuaca. Tahun depan saya harap hal seperti itu tidak terjadi," kata dia saat diwawancarai di tengah-tengah peluncuran All-New PCX.
Thomas juga menilai, segmen skuter otomatis (skutik) akan melanjutkan pertumbuhannya pada tahun depan. Jika di 2017 pangsa pasar segmen ini tumbuh dari 78 persen ke 82 persen, di 2018 komposisinya bisa menjadi 82-85 persen.
Segmen motor sport, yang tahun ini pangsa pasarnya turun dari 9 persen ke 7 persen, bakal naik lagi ke 8-9 persen.
"Kemungkinan peralihan konsumen motor sport 150 cc ke skutik 150 cc seperti yang terjadi di tahun ini masih ada (karena kemunculan PCX dan Nmax baru). Tapi kami harap pasar motor sport akan tetap tumbuh dari kelas motor trail karena kami (November) kemarin baru meluncurkan CRF150L," papar Thomas.
Sayangnya, motor bebek dipercaya bernasib kian nahas. Setelah tahun ini pangsa pasarnya turun dari 12 persen ke 10 persen, di 2018 segmen ini berpeluang turun lagi.
"(Penjualan) motor bebek kemungkinan bisa turun lagi," pungkasnya.
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Toyota Hadirkan Konversi Hilux Rangga untuk Kebutuhan Bisnis di GIICOMVEC 2026
-
Strategi Wuling Dukung Pengusaha Indonesia Lewat Mitra EV dan Formo Max
-
Sailun Group Luncurkan Ban Terbaru di GIICOMVEC 2026 demi Efisiensi Logistik
-
Suzuki Pamerkan New Carry Angkot Concept Sebagai Solusi Transportasi di GIICOMVEC 2026
-
Bebas Gerah Isuzu TRAGA AC Siap Kawal Distribusi Barang di Seluruh Wilayah Indonesia
-
5 Motor Listrik Jarak Tempuh di Atas 100 Kilometer bagi Pekerja Komuter
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Kelancaran Logistik Lewat Layanan Zero Down Time di GIICOMVEC 2026
-
GIICOMVEC 2026 Jadi Kiblat Solusi Transportasi dan Logistik Indonesia
-
Kenapa Harga Tiket Pesawat Naik? Penerbangan Domestik Lebih Mahal dari Internasional
-
Harga Mobil Suzuki S-Presso April 2026: Lincah, Irit, Pas Buat di Gang Sempit