Suara.com - Berdasarkan hasil uji tabrak yang dilakukan Global NCAP (New Car Assessment Programme) Amerika Serikat, Suzuki Swift terbaru untuk pasar India mendapatkan rating yang tidak begitu baik. Dalam uji tabrak yang dilakukan, model ini hanya mendapat rating 2 (dua) bintang.
"Generasi terakhir Swift yang dijual di India sudah lebih baik, dengan adanya dual airbag sebagai standar. Namun, kinerja Swift yang dijual di Eropa dan Jepang memiliki kinerja keselamatan yang lebih baik," ujar Sekretaris jenderal Global NCAP, David Ward, seperti dikutip dari Global NCAP.
Dalam hal ini, hasil 2 bintang untuk penumpang dewasa didapatkan dari penilaian kompresi tinggi ke dada pengemudi, struktur tidak stabil, dan perlindungan yang buruk untuk kaki. Hal itu terlihat pada perpindahan pedal pada sisi pengemudi.
Sementara perlindungan penumpang anak-anak juga mendapatkan rating 2 bintang. Karena saat uji tabrak tidak mendapat perlindungan yang baik pada bagian dada.
Bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Suzuki Swift baru memang memiliki standar yang lebih baik dengan dual airbag. Namun kinerja yang dihasilkan rupanya justru lebih buruk.
Dalam uji tabrak frontal, fitur keamanan masihlah kurang. Seperti side body dan curtain airbags, serta Electronic Stability Control (ESC) yang menjadi standar di Eropa belum menjadi pilihan di India.
Bila melihat hasil uji tabrak produk Suzuki sebelumnya, Vitara Brezza tentulah lebih baik. Model ini mampu mendapatkan rating 3 (tiga) bintang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya