Suara.com - Presiden Prabowo Subianto membongkar potensi kebocoran APBN yang mencapai Rp480 triliun akibat sistem pengadaan barang yang tidak efisien.
Mengutip laporan LKPP, sekitar 40 persen dari total belanja barang negara sebesar Rp1.200 triliun dinilai tidak efisien karena tiap kementerian hingga pemerintah daerah membeli kebutuhan secara sendiri-sendiri.
Padahal, kebutuhan seperti ambulans, truk, hingga komputer di 38 provinsi sama dan bisa menghemat anggaran jika dibeli secara terpusat (bulk buying).
Prabowo menegaskan bahwa dana efisiensi sebesar Rp480 triliun tersebut tergolong raksasa, bahkan melebihi total kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah penertiban dan pemusatan pengadaan ini dinilai menjadi kunci utama keberhasilan efisiensi anggaran negara.
Selengkapnya dalam video ini.
Creative/Video Editor: Aqilah/Michael