Suara.com - Putusan Hyundai Motor Group dalam menyambut tahun baru serta teknologi paling maju adalah memproduksi lebih banyak kendaraan berbahan bakar sel hidrogen.
Dilansir dari Autocar, Inggris, raksasa Korea Selatan ini telah menyiapkan anggaran sebesar GBP 5,5 miliar bagi penggembangan teknologi bahan bakar non-fossil itu.
Secara sederhana, powertrain sel bahan bakar hidrogen ini bekerja dengan memadukan oksigen serta hidrogen sehingga tercipta tenaga listrik serta produk sampingan berupa air.
Hyundai Motor Group berharap bahwa permintaan global untuk mesin bertenaga sel bahan bakar bakal tumbuh menjadi sekitar dua juta unit per tahun pada 2030. Untuk itu, mereka melakukan investasi besar tadi, termasuk dalam upaya melakukan penelitian dan memperluas fasilitas pabrik penghasil sel hidrogen.
Diharapkan bahwa produksi sel bahan bakar non-fossil dari Hyundai mampu mencapai angka 700 ribu unit per tahun, ditambah rencana produksi 500 ribu unit Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) atau kendaraan listrik sel bahan bakar per tahun, yang akan dialokasikan sebagai mobil penumpang maupun komersial.
Tak kalah menarik adalah rencana Hyundai untuk mengaplikasikan bahan bakar sel hidrogen ini bagi kebutuhan drone, truk pengangkat beban atau forklift, bahkan sampai kapal!
"Kami akan memperluas peran kami di luar sektor transportasi otomotif dan memainkan peran penting dalam transformasi masyarakat global untuk menggunakan energi bersih dan membantu mereka menjadikan hidrogen sebagai sumber energi yang layak secara ekonomi," kata wakil ketua Hyundai Motor Group, Eui-sun Chung.
Kiprah Hyundai dalam bidang passenger car berbahan sel yang paling cepat diingat khalayak adalah sedan Hyundai Nexo. Kemudian kerjasama dengan Volkswagen soal pengadaan sel hidrogen bagi kendaraan non-komersial kedua belah pihak.
Baca Juga: Tommy Akhiri Paceklik Wakil Indonesia di Laga Awal BWF World Tour Finals
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia