Suara.com - Kondisi jalan padat, dialami pengguna roda dua (R2) maupun roda empat (R4) di Tanah Air. Bagi pengguna R4, salah satu solusi adalah menggunakan jalan bebas hambatan. Sementara R2, tetap bertahan di jalur "klasik". Namun bila R2 boleh "pindah" ke jalan tol, apakah hal ini menjadi solusi?
Simak wacana dari seorang pengamat transportasi di Indonesia, sehubungan dengan wacana motor melintas tol dari Ketua DPR Bambang Soesatyo.
Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mengungkapkan usulan kendaraan roda dua (R2) melintas di jalan tol diperlukan pertimbangan khusus. Yaitu, pemerintah harus melihat kondisi jalan tol yang ada saat ini.
“Mulai dari kapasitasnya, kondisi jalannya seperti apa. Tahu sendiri 'kan tol di Indonesia, khususnya di dalam kota saja sudah macet. Terus kalau ditambah lagi dengan motor akan seperti apa? Setiap tol yang ada memiliki kapasitas berbeda-beda,” kata Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi Suara.com.
Lantaran kapasitas yang berbeda ini, lanjutnya, tidak semua tol yang ada saat ini bisa dilalui oleh para pengendara sepeda motor. Jika diterapkan di wilayah jalan tol yang sudah kelebihan kapasitas justru akan menambah beban tol itu sendiri.
“Misalnya seperti di Tol Jakarta - Bandung atau tol Jagorawi itu akan sulit karena sudah padat sekali. Jadi memang untuk menerapkan wacana ini dibutuhkan pertimbangan yang matang,” tandasnya.
Jika nantinya pemerintah tetap menyetujui wacana ini, Azas Tigor Nainggolan mengimbau kepada pemerintah untuk memperketat pengawasan terutama terkait faktor keselamatan. Sehingga wacana ini nantinya tidak meningkatkan angka kecelakaan.
“70 persen kecelakaan ini disumbangkan dari kendaraan roda dua. Sehingga pemerintah perlu memperketat pengawasan dan penegakan hukum di lapangan harus diatur agar semua berjalan dengan baik,” tutupnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Kuliah Umum Rhenald Kasali di IPB Berakhir Ricuh, Benarkah?
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim