Suara.com - Kendaraan listrik tak bisa dipungkiri memegang peranan penting di masa depan. Senada dengan tuntutan zaman itu, Toyota mengklaim bisa menjual jutaan kendaraan listrik beberapa tahun ke depan.
Untuk melancarkan aksinya, perusahaan otomotif asal Jepang tersebut mempercepat strategi penjualannya. Mereka tidak hanya menawarkan kendaraan listrik tapi juga baterai solid-state sebagain dapur pacu produk barunya.
Dikutip dari laman Reuters, perusahaan mengubah tujuannya untuk program lima tahun lebih cepat. Sesuai dengan kebutuhan pangsa otomotif yang makin ramai dengan gelombang bertemakan listrik.
Rencananya, Toyota meluncurkan baterai solid-state pada tahun 2020 sebelum gelaran Olimpiade Musim Panas di Tokyo.
"Jika memungkinkan, sebelum pertandingan Olimpiade tahun depan, kami ingin memastikan bahwa baterai solid-state dapat diluncurkan kepada publik," ujar Shigeki Terashi selaku Kepala R&D dan Wakil Presiden Eksekutif Toyota
Sementara untuk penjualannya, sejumlah 5,5 juta kendaraan listrik dan sejuta baterai listrik atau model bertenaga hidrogen ditargetkan terjual di tahun 2025.
Sebelumnya diketahui Toyota akan meluncurkan mobil listrik C-HR dan Izoa di China tahun depan. Sementara untuk pasaran lainnya, tak menutup kemungkinan akan diciptakan listrik, SUV dan minivan listrik.
Namun begitu, paling mencolok perhatian adalah gambar Toyota dengan warna tanah liat. Model ini dilengkapi dengan wheelbase panjang, kamera pintu yang mana mirip dengan desain Faraday Future's FF91.
Baca Juga: Industri Otomotif Jepang Siap Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia!
Berita Terkait
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Di Balik Kenaikan Tarif Visa Jepang: Ada Saringan Kelas yang Disembunyikan?
-
Sindrom Ring of Fire: Mengapa Gempa Jepang Bikin Kita Refleks Panik?
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?