News / Metropolitan
Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB
Dua unit biodigester komunal yang mengubah sampah organik menjadi biogas dan pupuk organik bakal dibangun di Jakarta Utara. Foto: Dok. Bank Jakarta
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta memulai pembangunan dua biodigester di Jakarta Utara pada 10 Agustus 2026.
  • Fasilitas di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Utara tersebut mengolah sampah organik menjadi biogas dan pupuk.
  • Proyek berkapasitas 500 kilogram sampah per hari ini menghasilkan energi serta mereduksi emisi gas rumah kaca.

Suara.com - Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Bisa Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua unit biodigester komunal yang mengubah sampah organik menjadi biogas dan pupuk organik bakal dibangun di Jakarta Utara.

Melalui teknologi ini, sampah organik dari warga tidak lagi berakhir sia-sia, melainkan diolah menjadi energi terbarukan sekaligus pupuk yang bisa dimanfaatkan kembali.

Bersumber dari hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta, peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan biodigester ini dilaksanakan pada Senin (10/8/2026) di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Selain di Rusunawa Rorotan, satu unit biodigester lainnya akan dibangun di TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.

"Kami ingin program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," ujar Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan kajian teknis, kedua biodigester ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari.

Selain menghasilkan biogas, pengoperasian biodigester ini juga diperkirakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara dengan 154,4 ton CO2e per tahun.

Masing-masing unit biodigester dirancang untuk mengolah sampah organik hingga 250 kilogram per hari, sehingga total kapasitas kedua unit dapat mencapai 500 kilogram per hari.

Baca Juga: Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menegaskan, manfaat biodigester ini hanya bisa optimal jika ada kolaborasi dan kesinambungan program dari berbagai pihak.

"Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," kata Arie.

Program biodigester di Rorotan dan Rawa Badak Utara ini juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026.

Manfaat program ini turut mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Biodigester komunal sebelumnya juga telah dibangun di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada November 2025.

Load More