RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Kamis, 12 September 2019 | 11:00 WIB
Ilustrasi kendaraan otonom atau swakemudi [Shutterstock].

Suara.com - Sistem pengereman otomatis menjadi salah satu fitur unggulan pada kendaraan otonom atau swakemudi. Namun sayangnya, sebagian orang masih meragukan fitur canggih ini untuk urusan keselamatan.

Belum lama terselang, sebuah studi dari Lembaga Penelitian Transportasi dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, memaparkan bahwa sistem pengereman otomatis ternyata mampu mengurangi kecelakaan hingga 81 persen. Pihak ini melakukan penelitian dengan sampel sebanyak 3,7 juta unit kendaraan milik General Motors (GM) yang terdiri atas 20 jenis kendaraan.

Ilustrasi rem [Shutterstock].

Para peneliti kemudian membandingkan data tabrakan di 10 negara bagian untuk menentukan efektivitas berbagai sistem keselamatan.  Hasilnya, sistem pengereman otomatis dengan peringatan tabrakan depan terbukti mengurangi kemungkinan tabrakan sebesar 46 persen.

Penelitian tadi juga menemukan teknologi perubahan lajur pada blind spot mengurangi tabrakan sebesar 26 persen. Demikian pula teknologi peringatan keberangkatan di lajur tetap, bisa mengurangi kecelakaan sampai 20 persen.

"Kendaraan yang lebih pintar dan lebih aman bakal memainkan peran penting dalam membantu menyelamatkan nyawa di masa sekarang maupun di masa depan,” papar juru bicara General Motors, seperti dikutip dari Carcoops.

Lebih lanjut dijelaskan, lampu depan memainkan peran penting dalam keselamatan. Lampu depan dengan intensitas tinggi disebut mampu mengurangi tabrakan pada malam hari hingga 21 persen. Sedangkan pengurangan kecelakaan melonjak hingga 35 persen ketika konsumen memilih menggunakan lampu depan IntelliBeam.

Pengurangan kecelakaan terbesar ditemukan pada kendaraan yang dilengkapi teknologi rem belakang otomatis. Sistem yang dilengkapi kamera di bagian buritan, serta sensor bantuan parkir belakang, ditambah peringatan lalu lintas belakang, bisa mengurangi risiko kecelakaan sampai 81 persen.

Read more...