Suara.com - Sebuah studi dari University of Nottingham, Britania Raya memaparkan hasil riset bahwa teknologi mobil otonom atau swakemudi ternyata memberi efek negatif terhadap kemampuan mengemudi.
Mengutip Autoevolution, dengan kebiasaan bergantung pada kemudi yang beroperasi tanpa perlu pendalian, otomatis pengemudi akhirnya banyak melenceng saat harus kembali mengambil alih kemudi.
Secara keseluruhan, kebanyakan pengemudi memang memiliki kepuasan terhadap mode swakemudi. Sehingga saat menikmati aktivitas bebas dari kewajiban mengemudi mereka mendadak kurang menguasai dan kaget ketika disopori setir kembali.
Menyikapi hasil penelitian ini, Steve Gooding, Direktur Royal Automobile Club (RAC) menilai bahwa desainer mobil juga harus turut bertanggung jawab.
"Jika kendaraan otonom bersyarat diizinkan ke jalan umum maka desainer mereka juga harus memikirkan kondisi saat pengemudi akan diminta untuk mengambil alih kendali kembali," kata Steve Gooding.
Sebab saat menggunakan mode otonom atau swakemudi, kebanyakan dari driver akan melakukan kegiatan lain seperti membaca, merias wajah, bahkan terlelap atau tidur. Dengan kata lain pengemudi membutuhkan waktu untuk kembali siap mengemudi.
Dalam skenario kehidupan nyata, beberapa detik itu bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.
Penelitiannya sendiri mengambil sampel 49 pengemudi dari berbagai usia dan jenis kelamin. Pengambilan data dilakukan lewat simulator mengemudi selama setengah jam setiap hari, kurun lima hari berturut-turut.
Pada hari pertama penelitian, pengemudi diberi tahu bahwa mereka akan mulai dalam mode manual dan kemudian beralih ke otonom. Ketika mereka mengambil kembali kendali atas mobil, mereka keluar jalur dengan rata-rata kesalahan sejauh 2 m, kecepatan bervariasi dan berbelok melintasi jalur.
Baca Juga: Dampak Listrik Padam, Pabrikan Otomotif Merugi
Bahkan pada hari terakhir, mereka masih memiliki waktu respons yang lambat ketika harus mengambil alih kendali mobil lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya