Suara.com - Saat membelanjakan sejumlah nominal untuk memboyong sepeda motor ke rumah, tak jarang terbersit di benak ingin mengubah penampilannya. Selain memodifikasi dari kondisi standar, tentu saja hasil ubahan memiliki nilai personal.
Dari komentar beberapa penyuka aksi modifikasi, mengubah tampilan si motor atau tunggangan roda dua akan membuat sang pemilik makin percaya diri sekaligus mendatangkan rasa puas.
Beberapa langkah perlu dilakukan agar modifikasi tidak "putus" di tengah jalan, serta menghadirkan semangat maksimal buat digarap. Yaitu dengan melongok kantong terlebih dahulu, serta merumuskan bila melakukan ubahan secara bertahap, yang berpulang kepada alokasi dana bulanan atau tahunan, sehingga motor modifikasi selesai pada waktunya dan tidak berpotensi membuat dompet bolong.
Dikutip dari kantor berita Antara, Agus Gusno dari komunitas Pasar Jongkok alias Parjo berbagi kiatnya pada pekan lalu (18/9/2019). Berikut paparannya:
1. Ketahui jenis motor calon modifikasi dan "aliran" ubahannya
Lihat terlebih dahulu subjek modifikasi. Apakah termasuk kategori atau jenis sepeda motor matik, motor bebek atau cub, ataukah motor sport. Kemudian tentukan aliran yang akan dipakai, seperti gaya elegan, stylish, ekstrem, atau sporty.
2. Kebutuhan barang-barang aftermarket yang mendukung modifikasi
Dari konsep yang diinginkan seperti gaya elegan, stylish dan seterusnya, lihat dan pilih aksesori pendukungnya. Semisal model velg, piringan rem cakram, stiker pada bodi, bahkan mungkin ingin mengubah warna awal dengan cat personal. Seperti cat warna bunglon selaras helm dan seterusnya.
3. Hitung budget
Baca Juga: 5 Berita Hits Otomotif Akhir Pekan: Jalan Seram, Mobil Listrik Mahal
Sebelum melangkah buat membeli kebutuhan modifikasi, yaitu benda-benda aksesori, siapkan dan sesuaikan dana. Hal ini penting untuk menghasilkan tunggangan bergaya, namun konsisten pada kondisi keuangan. Hitung pula biaya tambahan atau dana tak terduga, seperti ongkos bongkar pasang motor serta pasang aksesori.
Namun menurut Agus Gusno, soal ongkos ini bisa ditekan bila pemilik motor sudah memiliki kemampuan dasar untuk bongkar pasang kendaraan roda dua. Utamanya buat memasang custom kit yang praktis dan mudah diaplikasikan bagi pemula.
"Jenis satu ini, custom kit tinggal plug and play. Contohnya yang ingin ganti tangki, cukup membeli tangki modifikasi dan tinggal mencopot tangki standar lantas diganti," demikian sarannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
Terkini
-
VinFast dan Upaya Membangun EV yang Paham Asia Tenggara
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi