- Nissan melakukan restrukturisasi besar dengan mengurangi 900 tenaga kerja serta memangkas operasional pabrik di wilayah Eropa.
- Keputusan efisiensi diambil akibat krisis keuangan dan penurunan penjualan drastis sebesar 13,3 persen di Inggris Raya.
- Manajemen Nissan menjajaki peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk memaksimalkan kapasitas produksi pabrik yang sedang tidak terpakai.
Suara.com - Raksasa otomotif asal Jepang Nissan tengah berjuang keras keluar dari jerat krisis keuangan yang semakin mencekik.
Kondisi ini memaksa perusahaan melakukan restrukturisasi besar-besaran termasuk menutup pabrik guna menekan kelebihan kapasitas produksi yang tidak efisien hingga berdampak pada PHK Massal.
Langkah penghematan ini menyasar wilayah Eropa dengan rencana pengurangan sekitar 10 persen tenaga kerja atau setara 900 karyawan.
Berdasarkan laporan Financial Times, gudang suku cadang di Barcelona akan diperkecil sementara operasi distribusi di pasar Nordik turut direstrukturisasi. Di Inggris Raya pengurangan staf juga menyasar pekerja kerah putih yang memicu kekhawatiran mendalam.
Pabrik ikonik di Sunderland bahkan dilaporkan bakal memangkas operasional menjadi hanya satu jalur produksi saja. Keputusan ini diambil lantaran fasilitas tersebut hanya beroperasi pada kapasitas 50 persen.
Menariknya jalur produksi yang menganggur ini berpotensi digunakan oleh pabrikan asal China seperti Chery.
Manajemen Nissan mengakui tengah menjajaki peluang dengan pihak ketiga untuk memaksimalkan pemanfaatan pabrik.
Langkah pahit ini diklaim sebagai upaya bertahan hidup di tengah ketatnya persaingan global. Pihak perusahaan menyatakan bahwa strategi tersebut sangat penting untuk melindungi masa depan Nissan di Eropa, menjaga lapangan kerja dalam jangka panjang, dan memastikan kami dapat bersaing secara menguntungkan di Eropa.
Performa penjualan Nissan di Inggris pun merosot tajam hingga 13,3 persen dengan raihan hanya 28.389 unit pada awal tahun ini. Angka tersebut hampir terkejar oleh penetrasi masif pabrikan China seperti BYD yang mencatat 26.396 unit dan Jaecoo dengan 22.789 unit.
Baca Juga: Hanya Lima Pabrikan Mobil China yang Diprediksi Bakal Bisa Bertahan di Pasar Global
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
4 Pilihan Motor Listrik Honda Mei 2026, Jawab Masalah Harga BBM yang Makin Meroket
-
Imut tapi Gesit: City Car Irit BBM Rakitan Korea Kini Cuma 50 Jutaan, Pas Buat Emak-emak
-
Servis Mobil Pakai Oli TOP 1 Kini Bisa Dapat Poin GarudaMiles Gratis
-
Cek Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026: Beli Sekarang Auto Cuan
-
Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut
-
Harga BBM Diesel Mencekik, Toyota Siapkan Senjata Rahasia untuk Fortuner?
-
Berapa Lama Cas Motor Listrik dari 0 Sampai 100 Persen? Ini Estimasinya
-
Jangan Keliru, Denda Tak Punya SIM dan Lupa Membawa Ternyata Beda
-
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan Penyelewengan BBM Bersubsidi
-
Lawan Berat NMAX Tiba: Skutik Murah Ini Punya Ground Clearance Anti Nyangkut Pas Libas Jalan Rusak