Suara.com - Para peneliti dari Penn State University mengungkapkan, masalah baterai dan pengisian daya yang memakan waktu menjadi salah satu hambatan lambannya pertumbuhan Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL. Untuk itu, mereka berupaya menemukan cara lain untuk mengatasi masalah penting dalam melakukan isi ulang baterai.
"Beberapa hambatan penghalang KBL adalah proses isi ulang yang masih terbatas. Selain itu, adalah masalah dimensi dan mahalnya biaya pembuatan baterai lithium-ion," ujar salah satu peneliti, seperti dikutip dari RideAparts.
Lebih lanjut, salah satu wakil peneliti Penn State University memaparkan, sayangnya memproduksi baterai lithium-ion dengan dimensi yang lebih kecil membuat arus yang dihasilkan tidak stabil dan rentan terhadap korsleting atau hubungan arus pendek.
Nah, akhirnya saat menguji coba hasil temuan pengisian cepat pada baterai lithium-ion, para peneliti tadi mencapai tetapan lama pengisian KBL selama 10 menit, untuk dibawa melaju sejauh 300 km lebih.
"Namun ini masih dalam tahap penelitian. Harus dilakukan penelitian lebih dalam sebelum masuk ke jalur produksi," ujar tim Penn State University yang bermarkas di Amerika Serikat itu.
Jika temuan yang dihasilkan para peneliti bisa terus dikembangkan hingga masuk jalur produksi, bukan tidak mungkin populasi kendaraan listrik atau KBL bisa berkembang semakin pesat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Lupakan Skutik, Motor Bandel Honda Ini Layak Dilirik: Irit Tembus 59,8 km/liter
-
Apakah Mobil Listrik Boleh Pakai Ban Mobil Biasa? ini 5 Rekomendasinya
-
Bagian Apa Saja dari Mobil Listrik yang Butuh Perawatan Rutin?
-
Honda Resmikan Pabrik Baru di Turki, Ada Apa di Baliknya?
-
Sekali Muncul Langsung Bawa 2 Model, Suzuki Siap Acak-acak Pasar NMAX dan PCX di Indonesia
-
Harga Selisih 100 Juta Lebih, Apa Bedanya Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X?
-
5 Mobil BMW Ini Konon Mudah Dirawat bak Toyota, Harganya Cuma Segini
-
10 Mobil 1200cc ke Bawah Irit Bensin dan Murah Pajak: 'Low Cortisol', Anti Kantong Jebol
-
Mobil Harian Harga Mirip Motor 250cc: Mending Hyundai Grand Avega Hatchback, i20, atau Kia Rio?
-
Diam-diam Rilis Versi Mewah: Suzuki Hadirkan Mobil Pekerja Keras Murah, Bisa Jadi Andalan Keluarga