Suara.com - Pelaku industri otomotif roda empat memprediksi, tren Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL akan berlanjut pada 2020. Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa tren elektrifikasi akan berlanjut di 2020.
"Tren elektrifikasi akan tetap berlanjut. Bertahap, pasarnya akan mulai bertumbuh," ujar Anton Jimmi Suwandy.
Sementara itu, PR Digital Manager & Marketing DFSK, Arviane D Bahar menyampaikan, bahwa 2020 bisa jadi awal tren kendaraan listrik bakal dimulai. Pasalnya infrastruktur pendukungnya juga sudah mulai bergerak.
"Tinggal bagaimana pasar merespon produk mobil listrik ini sendiri. Karena mobil listrik merupakan satu teknologi baru bagi konsumen Indonesia, perlu edukasi konsumen juga. Sehingga bisa lebih masif dan efektif bagi pasar Indonesia," ujar Arviane D Bahar.
Sedangkan Donny Saputra, Direktur Pemasaran Roda Empat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengaku, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah.
"Kami masih belum bisa komentar banyak untuk hal itu (mobil listrik)," papar Donny Saputra.
Sementara pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi, tren mobil listrik masih akan menunggu keputusan dari pemerintah. Hal ini tidak lepas belum adanya kepastian untuk KBL.
"Belum ada kepastian hukum yang memastikan bisnis kendaraan listrik bisa profitable, sehingga harga jualnya bisa kompetitif dengan kendaraan BBM," tegas Yannes Martinus Pasaribu.
Seperti diketahui, peraturan kendaraan listrik sejauh ini baru diatur melalui Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
Baca Juga: Punya Museum, Opa Ago Sindir Yamaha Pertahankan Valentino Rossi
Perpres yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo ini ditetapkan pada 8 Agustus 2019 itu memiliki isi sebanyak 37 pasal. Perpres ini dibuka dengan Ketentuan Umum seputar kendaraan listrik, yaitu pengertian motor listrik, baterai, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, stasiun pengisian kendaraan listrik umum dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?
-
Honda Vario Evo 160 Meluncur Tanpa Fitur RoadSync Ternyata Ini Alasan AHM
-
Baru Sebulan Meluncur Pemesanan Chery Q Langsung Tembus 3000 Unit
-
Akankah Mitsubishi Lancer Evo Kembali Mengaspal? Ini Kata sang Bos Baru
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G