Suara.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membantah bahwa Suzuki Jimny akan diproduksi di India. Pabrikan asal Jepang ini menyatakan baru bisa membenarkan jika sudah ada keputusan resmi dari prinsipal.
"Selama informasi bukan informasi resmi dari Jepang kami tidak bisa konfirmasi kebenarannya. Bisa saja disebut akan diproduksi di India, tapi selama bukan informasi dari Suzuki Jepang kami tidak membenarkan," ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, baru-baru ini.
Banyaknya peminat Suzuki Jimny di Indonesia memang membuat konsumen harus menunggu lama untuk mendapatkan mobil ikonik itu. Bahkan saat ini konsumen harus menunggu sampai lima tahun jika masih berminat terhadap Suzuki Jimny. Jadi tidak heran jika SIS berniat untuk merakitnya secara lokal di Indonesia.
"Inden Jimny saat ini panjang. Kira-kira lima tahun ke atas. Dari September tahun lalu sebetulnya kami sudah tutup keran pemesanan dan sampai sekarang kami belum buka lagi," kata Donny Saputra.
Sebelumnya Suzuki Motor berencana menjadikan India sebagai pusat produksi eksklusif untuk Suzuki Jimny varian lima pintu.
Melansir Times Now News, bila sesuai rencana, produsen mobil asal Jepang ini kemungkinan akan mengimpor komponen dan merakit varian Sport Utility Vehicle atau SUV tiga pintu di pabrik Maruti Suzuki di Gurgaon.
Meski prosesnya akan memakan waktu, Suzuki Motor berencana untuk mengembangkan Jimny dalam dua varian, yaitu tiga pintu dan lima pintu. Namun belum diketahui secara pasti apakah varian 5-doors itu bakal menggunakan mesin serupa varian tiga pintu yang sekarang berada di pasaran.
Yang jelas, keduanya akan menggunakan komponen yang sebagian besar dirakit secara lokal di India mulai 2022-2023.
Baca Juga: Suzuki Jimny Segera Diproduksi di India
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
APPI Bongkar 188 Kasus Tunggakan Gaji Pemain, Nilainya Tembus Rp10,8 Miliar Lebih
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?