Suara.com - Pandemi virus Corona telah memupuskan impian banyak pasangan untuk acara pernikahan besar-besaran.
Tapi satu pasangan di Malaysia berhasil mengelak dari aturan pembatasan sosial yang membatasi daftar tamu maksimal 20 orang dan menyambut 10.000 orang yang dilaporkan datang ke pernikahan mereka.
Terdengar mustahil, namun hal ini mereka lakukan dengan mengadakan pernikahan secara 'drive-thru'.
- Pandemi Covid-19 memicu pernikahan 'drive-in', dihadiri 250 tamu tanpa langgar pembatasan sosial
- Mengapa angka perceraian di berbagai negara melonjak saat pandemi Covid-19?
- Sembilan hal yang sejauh ini kita ketahui tentang 'varian baru' virus corona di Inggris
Pada hari Minggu (20/12) pagi, pengantin baru duduk di luar gedung megah milik pemerintah di Putrajaya, di selatan ibu kota Kuala Lumpur, sementara para tamu berjalan pelan melewati mereka tanpa turun dari mobil.
Jendela harus tetap ditutup dan para tamu hanya mendapat lambaian dari pihak yang punya hajat.
Ini mungkin tidak terdengar seperti pernikahan biasa, namun mempelai pria Tengku Muhammed Hafiz dan mempelai perempuan, Oceane Alagia bukanlah pasangan biasa.
Sang suami adalah putra politikus berpengaruh dan mantan menteri kabinet Tengku Adnan — yang kebetulan juga merayakan ulang tahunnya pada hari Minggu.
"Saya diberi tahu bahwa ada lebih dari 10.000 mobil di sini sejak pagi ini," tulis sang ayah yang bangga di Facebook, seraya membagikan foto-foto acara tersebut.
"Saya dan keluarga merasa sangat terhormat. Terima kasih atas pengertian dan ketaatannya pada semua prosedur dengan hadir secara drive-thru tanpa keluar dari mobil."
Baca Juga: Pesanan Membeludak, Mitsubishi Malaysia Genjot Produksi Xpander
Butuh waktu sekitar tiga jam sampai seluruh 10.000 tamu lewat dengan mobil mereka.
Namun, para hadirin mendapatkan lebih dari sekedar lambaian tangan dari pasangan yang berbahagia sebagai tanda terima kasih.
Berpegang pada aturan menjaga jarak, para tamu disuguhi makan malam - meskipun mereka harus mengambil makanan dalam kemasan melalui jendela mobil dan melanjutkan perjalanan, menurut media Malaysia.
Perayaan itu terjadi sehari sebelum ayah sang mempelai pria dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi sebesar $500.000 (Rp7,09 miliar) dan dijatuhi hukuman denda serta 12 bulan penjara.
Malaysia saat ini tengah berjuang melawan gelombang baru kasus Covid-19.
Secara keseluruhan, negara itu mencatat hampir 92.000 kasus virus korona dan lebih dari 430 kematian terkait pandemi.
Berita Terkait
-
Pilot Malaysia Tertangkap Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soetta, Disimpan dalam Koper Kru
-
Pernikahan Arwah: Setting Lokasi dan Tradisi Otentik dengan Nuansa Brutal
-
Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Petinggi BUMN yang Terjaring Operasi KPK
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun
-
Sudah Siap War Tiket? Ini Rangkaian Acara Lengkap Perayaan HUT ke-81 RI dari Istana hingga Monas
-
Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda